<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Lembaga Dakwah Kampus STISIPOL RH</title>
	<atom:link href="http://ldkarruhuljadid.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ldkarruhuljadid.wordpress.com</link>
	<description>Tak Kenal Henti Tebarkan Kebenaran</description>
	<lastBuildDate>Sun, 09 Mar 2008 14:40:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ldkarruhuljadid.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Lembaga Dakwah Kampus STISIPOL RH</title>
		<link>http://ldkarruhuljadid.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ldkarruhuljadid.wordpress.com/osd.xml" title="Lembaga Dakwah Kampus STISIPOL RH" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ldkarruhuljadid.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Menyikapi Perbedaan dalam Gerakan Islam</title>
		<link>http://ldkarruhuljadid.wordpress.com/2008/03/09/menyikapi-perbedaan-dalam-gerakan-islam/</link>
		<comments>http://ldkarruhuljadid.wordpress.com/2008/03/09/menyikapi-perbedaan-dalam-gerakan-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 Mar 2008 14:40:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ldkarruhuljadid</dc:creator>
				<category><![CDATA[OPINI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ldkarruhuljadid.wordpress.com/?p=22</guid>
		<description><![CDATA[                                 Oleh: R.Dachroni Pjs Ketua LDK Ar-Ruhul Jadid Periode 2007-2008 &#160; Hari ini, umat Islam kebanyakan bertanya-tanya apa yang harus dilakukan untuk menyebarkan kebaikan dan nilai-nilai Islam kepada masyarakat lainnya yang belum sadar akan pentingnya nilai-nilai tersebut untuk diterapkan di saat kondisi dunia dan bangsa terasa semakin carut-marut. Menghadapi kondisi tersebut, sebagian  umat Islam memutuskan, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ldkarruhuljadid.wordpress.com&amp;blog=2176071&amp;post=22&amp;subd=ldkarruhuljadid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin:0;" class="MsoBodyText"><font size="6" face="Times New Roman"></font></p>
<p><font size="6" face="Times New Roman">                                 </font><span><font face="Times New Roman">Oleh: R.Dachroni</font></span></p>
<p align="center" style="text-align:center;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman"><span style="font-size:9pt;">Pjs Ketua LDK Ar-Ruhul Jadid </span></font></p>
<p align="center" style="text-align:center;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman"><span style="font-size:9pt;">Periode 2007-2008</span></font></p>
<p align="center" style="text-align:center;margin:0;" class="MsoNormal">&nbsp;</p>
<p><span style="font-size:7pt;"><font face="Times New Roman"><span></span></font></span></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoBodyTextIndent"><font face="Times New Roman">Hari ini, umat Islam kebanyakan bertanya-tanya apa yang harus dilakukan untuk menyebarkan kebaikan dan nilai-nilai Islam kepada masyarakat lainnya yang belum sadar akan pentingnya nilai-nilai tersebut untuk diterapkan di saat kondisi dunia dan bangsa terasa semakin carut-marut. Menghadapi kondisi tersebut, sebagian<span>  </span>umat Islam memutuskan, memilih untuk bergabung dalam organisasi-organisasi keislaman (haraqah islamiah) untuk mengubah peradaban. Dari peradaban barat yang syarat dengan prinsip kapitalis dan liberalis ke peradaban yang memang sudah semestinya menjadi kebanggaan umat yaitu peradaban yang tumbuh dan senantiasa ada di sepanjang masa, peradaban Islam.</font></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoBodyTextIndent"><span id="more-22"></span></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoBodyTextIndent"><font face="Times New Roman">Namun, munculnya beragam haraqah islamiah telah membuat umat Islam bingung harus mengikuti yang mana dan akhirnya kedekatan emosional lebih menentukan, dimanakah dia bergabung atau bisa jadi tidak memutuskan untuk bergabung dalam haraqah islamiah manapun karena memandang dari segi perbedaan-perbedaan yang memang lebih sering diperdebatkan dari rasa ego masing-masing haraqi. </font></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoBodyTextIndent"><font face="Times New Roman">Sudah barang tentu, hal ini merupakan suatu sikap yang salah dan sikap ini juga akan menimbulkan rasa apatis terhadap sesama manusia khususnya umat Islam. Oleh karena itu, jangan heran ketika seorang bocah di Palestina dengan terpaksa mengorbankan tubuh mungilnya dihantam oleh peluru-peluru yang keluar dari senjata tentara zionis Israel. Kita masih bisa tertawa tanpa melakukan apa-apa. Jangankan berjihad, berdoa saja mungkin tidak pernah. </font></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoBodyTextIndent"><font face="Times New Roman">Inilah salah satu alasan mengapa kita mesti bergabung dalam sebuah haraqah islamiah guna menumbuhkan rasa empati (sikap merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain), sehingga kita senantiasa terus dan terus berbuat di jalan yang telah digariskan oleh Allah SWT dan Insya Allah kita akan selamat dunia dan akhirat. Untuk itu, sesuai dengan komitmen yang telah kita ucapkan sebagai seorang muslim bahwa tiada tuhan selain Allah merupakan suatu hal yang harus dipertanggungjawabkan dan membuat kita harus bersama-sama berjuan dan untuk berjuang itulah kita memerlukan wadah yang terorganisir dan dalam hal ini lebih kita kenal dengan haraqah islamiah.</font></p>
<p><font face="Times New Roman"> </font><b><font face="Times New Roman">Mengenal Beberapa ‘Club’ Haraqah Islamiah</font></b></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoBodyTextIndent"><font face="Times New Roman">Secara umum, ada lima pergerakan dakwah yang masih eksis keberadaannya dan menyebar seantero dunia. Beberapa gerakan dakwah itu antara lain Jamaah Tabligh, Salafi, Shufi, Hizbut Tahrir dan Ikhwanul Muslimin. Tanpa bermaksud mencari kelemahan dan kelebihan masing-masing gerakan dan karena ini point tentang club haraqah islamiah, akan dipaparkan sekilas bagaimana jenis pergerakan dari beberapa jenis haraqah islamiah tersebut.</font></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoBodyTextIndent"><font face="Times New Roman"><i>Pertama, </i>Jamaah Tabligh. Dalam menjalankan aktivitas dakwahnya jamaah tabligh menggunakan metode nasihan dan bimbingan dalam aktivitas dakwahnya. Jamaah ini mewajibkan pengikutnya agar meluangkan waktu untuk melakukan tugas dan kewajiban dakwah. Satu jam dalam satu minggu, sehari dalam sebulan atau sebulan dalam setahun. Kesempatan inilah yang dimanfaatkan untuk berdakwah dan menyeru manusia kepada Allah di seluruh penjuru dunia.</font></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoBodyTextIndent"><font face="Times New Roman"><i>Kedua</i>, Jamaah Salafiyah. Arti kata salafiyah sendiri adalah kembali kepada pemahaman Islam yang berasal dari dua sumber: Alquran dan Sunah Rasulullah SAW, sebagaimana yang dipahami ulama salaf. Dan yang dimaksud dengan kaum salaf adalah para ulama yang hidup pada tiga abad pertama yang digambarkan oleh rasululllah SAW dengan kebaikan. <i>Salafiyyun, </i>meyakini bahwa penyebab kehinaan kaum muslimin adalah perbedaan dalam memahami ajaran Islam, fanatik, dan jumud terhadap pemikiran dan mazhab yang beragam.</font></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoBodyTextIndent"><font face="Times New Roman"><i>Ketiga, </i>Jamaah Shufiyah. Secara umum, tujuan yang hendak dicapai pada jamaah ini adalah batin setiap individu dan pembersihan terhadap jiwanya. Jamaah ini menekankan pada ibadah-ibadah ritual dan membangun pribadi seorang muslim dari sisi keruhaniannya saja. </font></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoBodyTextIndent"><font face="Times New Roman"><i>Keempat, </i>Hizbut Tahrir. Lahir di awal 1950-an. Syeikh Taqiyudin An-Nabhani adalah pendidirnya. Anggota Pengadilan Banding Agama di Al-Quds dan alumni Al-Azhar ini telah menerbiotkan sebuah buku pada April 1950 berjudul, Risalatul Arab, karakter nasionalis beliau jelas tergambar dalam buku tersebut. Menurut DR. Shadiq Amin (2007: 92) Hizb ini beranggapan bahwa tugas yang mereka hadapi adalah mengembalikan kepercayaan masyarkat terhadap berbagai pemikiran Islam. Itu dapat dilakukan melalui amal tsaqafi (pengayaan wawasan pengetahuan) dan amal siyasi (kerja politik). </font></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoBodyTextIndent"><font face="Times New Roman">Amal Tsaqafi. Agenda ini dilakukan melalui proses pencerahan dan pengayaan wawasan pengetahuan Islam secara kolektif terhadap jutaan manusia. Hal ini merupakan kewajiban hizb untuk tampil di hadapan publik, berdialog dengan mereka, menanyakan keragu-raguannya dan mendukung hingga mendekatkan mereka kepada Islam. Sedangkan kerja politik dilakukan dengan memantau setiap peristiwa dan realitas yang terjadi di lapangan. Menjadikan setiap peristiwa dan realitas tersebut bergerak sesuai dengan kebenaran pemikiran Islam dan hukum-hukumnya. Sehingga, diperoleh kepercayaan yang utuh dari masyarakat luas</font></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoBodyTextIndent"><font face="Times New Roman"><i>Kelima, </i>Ikhwanul Muslimin. Gerakan Ihkwan sejak awal menyatakan bahwa gerakan mereka adalah gerakan yang integral dan mencakup semua bentuk aktifitas. Al-Ikhwan Al-Muslimun didirikan pertama kali di Isma? Iliyyah, sebuah wilayah di Mesir oleh Al-Banna pada tahun 1928 M. Mulai dari ceramah beliau di kedai-kedai kopi hingga menjadi sebuah gerakan yang besar dan memiliki cabang di berbagai pelosok Mesir bahkan ke berbagai negara Arab lainnya. Dari segi level dan usia kematangan gerakan, Ikhwan termasuk gerakan Islam yang paling besar dan senior. Mereka memilik banyak kekuatan sumber daya manusia dari ulama, tentara, pejabat, ilmuwan, mahasiswa, pedangan, petani, nelayan dan para pemuda. <span>       </span>Salah satu kelebihan gerakan ini adalah kemampuan mereka merekrut pendukung dan kepiawaian dalam membentuk sturktur yang solid. Sehingga mampu menghimpun sekian banyak potensi umat menjadi sebuah kekuatan raksasa yang ditakuti lawan dan disegani kawan. Dalam banyak literatur, mereka menerapkan sistem usroh yang berjalan secara kontinu untuk semua anggota mereka. Disamping itu, relatif banyak jumlah gerakan dakwah islamiah dan aliran-aliran haraqah lainnya yang mestinya membuat kita lebih cerdas dalam memahami Islam.</font></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoBodyTextIndent"><font face="Times New Roman">. </font></p>
<p><b><font face="Times New Roman">Utamakan Persamaan Jauhi Perbedaan </font></b></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoBodyTextIndent"><font face="Times New Roman">Lalu, sikap apa yang mestinya ditunjukkan oleh masing-masing haraqah atau jamaat serta umat Islam yang belum memutuskan untuk bergabung dan berkomitmen dalam sebuah jamaah. Sudah semestinya masing-masing haraqah islamiah saling menghargai tanpa menyibukkan diri untuk mencari celah perbedaan dan berjuang tulus dan ikhlas untuk mengibarkan bendera Islam bukan karena rasa etnosentris haraqah. </font></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoBodyTextIndent"><font face="Times New Roman">Persoalannya sekarang adalah sebagian dari haraqah islamiah ada yang melenceng dari apa yang semestinya dilakukan oleh sebuah haraqah islamiah yakni menyebarkan nilai-nilai yang ada di dalam Islam itu sendiri. Timbulnya perpecahan tak lain tak bukan karena sebagian jamaah yang membesarkan persamaan. Padahal, jika dilihat secara mendalam, titik kesamaannya lebih banyak, terutama dari sisi tujuan masing-masing secara umum.</font></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoBodyTextIndent"><font face="Times New Roman">Menurut Dr. Shadiq Amin (2007: xx) dalam bukunya, <i>Mencari Format Gerakan Dakwah Ideal, </i>bila dilihat secara teliti, sebenarnya, semua jamaah umat Islam yang ada mempunyai titik kesamaan; (a) akidahnya sama, yakni beriman kepada Allah dan seluruh nabi dengan tanpa sedikit pun dikurangi, (b) semuanya berjuang untuk mengajarkan Islam dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga Islam benar-benar menajdi pedoman hidup, baik secara mikro maupun maksro, (c) referensinya sama, yakni Alquran dan Hadis dan sejarah para Khulafa ar-Rasyidin, (d) tantangan yang dihadapi sama: musuh-musuh Allah dan pemikirannya yang selalu menghambat umat Islam dalam berdakwah. </font></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoBodyTextIndent"><font face="Times New Roman">Kalau ternyata secara prinsip sama, sementara hanya dari segi nama dan cara berdakwah, sungguh, tidak ada alasan untuk saling bermusuhan. Nah, inilah yang perlu dicatat oleh semua gerakan-gerakan yang membawa bendera Islam sebagai bendera perjuangannya. Jauhilah perbedaan, utamakan persamaan.<span>  </span></font></p>
<p><span><font face="Times New Roman"></font></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ldkarruhuljadid.wordpress.com/22/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ldkarruhuljadid.wordpress.com/22/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ldkarruhuljadid.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ldkarruhuljadid.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ldkarruhuljadid.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ldkarruhuljadid.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ldkarruhuljadid.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ldkarruhuljadid.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ldkarruhuljadid.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ldkarruhuljadid.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ldkarruhuljadid.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ldkarruhuljadid.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ldkarruhuljadid.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ldkarruhuljadid.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ldkarruhuljadid.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ldkarruhuljadid.wordpress.com/22/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ldkarruhuljadid.wordpress.com&amp;blog=2176071&amp;post=22&amp;subd=ldkarruhuljadid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ldkarruhuljadid.wordpress.com/2008/03/09/menyikapi-perbedaan-dalam-gerakan-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a6ac11e689b0e659829e483c1c0f30d7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ldkarruhuljadid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kematian Milik Siapa?</title>
		<link>http://ldkarruhuljadid.wordpress.com/2008/02/27/kematian-milik-siapa-2/</link>
		<comments>http://ldkarruhuljadid.wordpress.com/2008/02/27/kematian-milik-siapa-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Feb 2008 07:15:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ldkarruhuljadid</dc:creator>
				<category><![CDATA[OPINI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ldkarruhuljadid.wordpress.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: R.Dachroni Aktivis KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) Kepulauan Riau dan Mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan Semester V STISIPOL Raja Haji Tanjungpinang   Berpulangnya Mantan Presiden RI ke-2, H. Muhammad Soeharto ke pangkuan Allah SWT tentunya menyisakan kesedihan bagi keluarga cendana, sahabat, bahkan seluruh bangsa turut berkabung dengan mengibarkan bendera merah putih setengah tiang.  [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ldkarruhuljadid.wordpress.com&amp;blog=2176071&amp;post=20&amp;subd=ldkarruhuljadid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><font face="Times New Roman"></font></p>
<p align="center" style="text-align:center;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Oleh: R.Dachroni</font></p>
<p align="center" style="text-align:center;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Aktivis KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) Kepulauan Riau dan Mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan Semester V STISIPOL Raja Haji Tanjungpinang</font></p>
<p><font face="Times New Roman"></font></p>
<p style="text-indent:0.25in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman"><span>  </span>Berpulangnya Mantan Presiden RI ke-2, H. Muhammad Soeharto ke pangkuan Allah SWT tentunya menyisakan kesedihan bagi keluarga cendana, sahabat, bahkan seluruh bangsa turut berkabung dengan mengibarkan bendera merah putih setengah tiang.<span>  </span>Meninggalnya bapak pembangunan ini seolah-olah menggambarkan kematian merupakan sesuatu yang ekslusif. Ekslusif mungkin karena yang meninggal itu seorang mantan kepala negara. Perlu dicatat Allah SWT memandang kita semua sama dan kalaupun undang-undang mengamanahkan negara untuk mengurus segala sakit dan derita seorang mantan kepala negara, tidaklah perlu berlebihan dalam menanganinya.<span id="more-20"></span></font></p>
<p style="text-indent:0.25in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman"><span>   </span>Padahal kalau ditilik lebih jauh, kematian merupakan sesuatu yang inklusif. Setiap makhluk yang bernyawa termasuk manusia akan menghadapi maut. Allah berfirman dalam surat Ali Imran: 185, &#8220;Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh, dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya,&#8221;.</font></p>
<p style="text-indent:0.25in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman"><span>   </span>Setiap manusia semestinya sadar bahwa kehidupan di dunia ini sifatnya hanya sementara. Tidak ada seorang manusia pun yang dapat menghindar dari maut. Dimanapun manusia bersembunyi pasti maut mengetahui tempat persembunyiannya. Kendati demikian, semua itu tergantung dan tetap berada dari garis ketentuan dan ketetapan yang Allah SWT tetapkan. Namun, apakah masyarakat Indonesia sadar bahwa dirinya akan mengalami nasib yang serupa ketika stasiun TV Nasional menyiarkan secara langsung prosesi pemakamannya dan keesokan harinya media cetak nasional dan lokal mengupas tuntas dari A-Z tentang kehidupan almarhum Soeharto.</font></p>
<p style="text-indent:0.25in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman"><span>   </span>Terlepas dari baik-buruknya almarhum dan pro-kontra pemberian gelar kepahlawanan. Ada satu hal yang perlu diingat bahwa manusia mesti siap dalam menghadapi ajal atau kematiannya. Di samping itu juga, manusia juga dituntut untuk mempertanggungjawabkan apa yang telah diperbuatnya selama di dunia dan amanat-amanat yang selama ini diembannya sebagaimana yang disabdakan Rasulullah SAW.</font></p>
<p style="text-indent:0.25in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman"><span> </span><span>  </span>&#8220;Kamu sekalian adalah penggembala/pemimpin. Dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawab tentang apa yang dipimpinnya itu. Maka seorang imam/penguasa adalah penggembala/pemimpin. Dia akan dimintai pertanggungjawaban tentang yang dipimpinnya itu. Seorang suami adalah pemimpin bagi keluarganya, dan ia akan dimintai pertanggungjawaban dari yang dipimpinnya. Seorang istri adalah pemimpin dirumah suaminya. Dan dia akan dimintai pertanggungjawabnya tentang apa yang dipercayakan kepadanya. Seorang khadam (pembantu/pelayan) adalah pemimpin/pengawas terhadap harta majikannya. Ia akan dimintai pertanggungjawabnya tentang bidang yang dipimpinnya,&#8221; (HR. Ahmad, Bukhari dan Muslim).</font></p>
<p style="text-indent:0.25in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman"><span>   </span>Seseorang yang percaya akan adanya kehidupan akhirat pasca kematian di dunia meyakini benar hal ini bahwa setiap amanat harus dilaksanakan dan dikerjakan dengan sebaik-baiknya karena pada hakekatnya itu adalah tugas yang Allah SWT berikan kepada setiap individu. Secara keduniaan almarhum Soeharto telah menjalankan tugasnya dengan baik dalam makna prosedural internal manusia. 32 tahun semasa almarhum menjabat menjadi presiden dia telah melaporkan kepada seluruh masyarakat melalui Sidang Istimewa MPR terhadap kinerjanya melalui Laporan Keterangan Pertanggunjawaban Kepala Negara. Dan laporan keterangan pertanggungjawaban itu selalu diamini oleh wakil rakyat yang duduk sebagai anggota dewan pada rezim orde baru.</font></p>
<p style="text-indent:0.25in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman"><span>   </span>Sekarang, tinggal bagaimana Almarhum Soeharto berhadapan dengan pengadilan yang jaksa-jaksanya tidak dapat ditekan. Pengadilan yang seadil-adilnya dan tidak pernah memandang pangkat, jabatan dan golongan. Itulah pengadilan Allah SWT. Dan secara jujur almarhum mesti mengatakan sesuatu yang sebenarnya. Apa itu sesuatu yang sebenarnya? Tentunya hanya Allah SWT dan dialah yang tahu. Kita tak dapat menerka hanya dengan melihat tindak-tanduk di dunia saja, tetapi hanya Allahlah yang tahu dan Allah mempunyai kewenangan untuk &#8216;memenjarakan&#8217; almarhum dimana: surga atau neraka. Soal yang satu ini, memang diluar batas kepala manusia untuk memikirkannya. </font></p>
<p style="text-indent:0.25in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman"><span>   </span>Jadi, kematian itu sebenarnya milik siapa? Dengan cepat kita dapat menjawab kematian itu adalah milik Allah SWT. Tatkala maut menjemput, semua amal tercabut. Hanya tiga hal yang mampu menyelamatkan umat. Amal jariyah (sedekah sewaktu manusia hidup), ilmu yang bermanfaat dan doa seorang anak yang saleh. Untuk saat ini, setelah lewat dari tujuh hari masyarakat Indonesia mengibarkan bendera setengah tiang kita hanya bisa berharap dan mendoakan semoga almarhum baik-baik saja dan hanya ketiga bekal tadilah yang dapat membentengi beliau di alam barzakh.</font></p>
<p><font face="Times New Roman"> </font><font face="Times New Roman"><span>   </span><b>Soeharto Dimata Mahasiswa</b></font><font face="Times New Roman"> </font></p>
<p style="text-indent:0.25in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman"><span>   </span>Tanpa bermaksud mengotak-atik apa yang telah dilakukannya terhadap aktivis mahasiswa yang hidup di zamannya. Mahasiswa menganggap, Soeharto adalah sesosok pemimpin yang otoriter yang tidak pernah mau menerima kritikan dan aksi protes. Dalam membentuk sistem politiknya, Orde Baru secara efektif melakukan restrukturisasi politik yang menghasilkan sebuah format politik baru. Adapun ciri-ciri umum format politik Orde Baru itu seperti yang diungkapkan oleh Hikam, (i) Munculnya negara sebagai aktor atau agen otonom yang posisinya &#8220;mengatasi&#8221; masyarakat yang sebetulnya merupakan asal-usul eksistensinya, (ii) menonjolnya peran dan fungsi birokrasi serta teknokrasi dalam proses rekayasa sosial, ekonomi dan politik, (iii) Semakin terpinggirkannya sektor-sektor popular dalam masyarakat termasuk kaum intelektual.</font></p>
<p style="text-indent:0.25in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman"><span>   </span>(iv) Diterapkannnya model politik eksklusioner melalui jaringan korporatis untuk menangani kepentingan politik dan (v) Penggunaan secara efektif hegemoni ideologi untuk memperkukuh dan melesatarikan legitimasi sistem politik yang ada. Orde baru berhasil mengkonsolidasikan kekuatan-kekuatan politik yang cenderung bersikap oposisi termasuk &#8220;menjinakkan&#8221; kiprah politik kelompok Islam. Disamping itu juga, penerapan NKK/BKK (Normalisasi Kehidupan Kampus / Badan Koordinasi Kemahasiswaan) sehingga ruang gerak mahasiswa untuk melakukan pergerakan dipersempit. Format NKK/BKK ini secara legal dikeluarkan SK 028/U/1974 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Dr.Syarif Thayeb. </font></p>
<p style="text-indent:0.25in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman"><span>   </span>Format politik seperti ini berlangsung cukup lama, hingga muncullah suatu masa yang mungkin belum sempat dibayangkan oleh rezim orde baru. Itulah masa reformasi. Dimasa ini pula, rezim orde baru runtuh. Mahasiswa atau yang lebih dikenal dengan aktivis 98&#8242; memaksa Soeharto untuk mundur dari tampuk kepemimpinannya. Walhasil, dia pun mundur dan dia pun harus legowo menerimanya. Bukan sesuatu hal yang aneh, ketika bendera merah putih setengah tiang &#8216;diwajibkan&#8217; berkibar dan rencana pemberian gelar kepahlawanan disambut dengan aksi protes oleh para mahasiswa. Mahasiswa menolak karena menganggap pemberian gelar kepahlawanan dan pengibaran bendera merah putih setengah tiang merupakan sesuatu penghormatan yang berlebihan.</font></p>
<p><font face="Times New Roman"> </font><font face="Times New Roman"> </font></p>
<p style="text-indent:0.25in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman"><span>   </span>Memaafkan Lalu&#8230;</font></p>
<p><font face="Times New Roman"></font></p>
<p style="text-indent:0.25in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman"><span>   </span>Itulah kata yang memang mau atau tidak harus diucapkan. Memang sesuatu yang mudah bagi sekelompok orang yang memang melihat almarhum dari sisi manisnya. Akan tetapi, kata maaf menjadi sesuatu yang sulit untuk sekelompok orang yang merasa teraniaya. Sedangkan sekelompok orang lagi yang tidak merasa &#8216;teraniaya&#8217; dan tidak menikmati manisnya pembangunan pun akan bingung akan mengatakan apa. Mau mengatakan maaf, toh tidak tahu kesalahan apa yang telah dilakukan penguasa rezim orde baru itu dan tidak mengatakan maaf juga sesuatu yang tidak wajar karena belum pernah merasakan manisnya pembangunan.</font></p>
<p style="text-indent:0.25in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman"><span>   </span>Memang sesuatu yang tidak mudah untuk memaafkan lalu melupakan seperti sebuah judul opini yang kalau penulis tidak keliru pernah ditulis oleh seorang pemerhati sosial yang tinggal di Batam. Betapa pun benci dan hebatnya dia membangun Batam hingga dibuat feature (karangan khas) oleh Harian Pagi Batam Pos. Kalau tidak keliru pula, feature itu dibuat hingga empat edisi. Dibalik semua ini, ini adalah catatan sejarah yang tidak dapat dilupakan dan pahit-manis yang dirasakan secara ikhlas sebagai manusia yang masih memiliki hati nurani kita mesti mau memaafkan karena secara sadar pula kita harus mengakui kematian bukan milik siapa-siapa sehingga tak ada alasan untuk dieklusifkan. Kematian milik siapa? Kematian hanya milik Allah SWT. Tuhan semesta alam. Memang sudah sepantasnya kita memaafkan lalu melupakan dan itu pun kalau kita mau kesalahan yang telah dilakukan oleh kita dimaafkan oleh orang lain dan sadarlah kita bahwa kematian itu hanya milik Allah SWT. Milik Allah SWT.<span>  </span></font></p>
<p><font face="Times New Roman"></font></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman">   </font></span></p>
<p><font face="Times New Roman"></font></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ldkarruhuljadid.wordpress.com/20/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ldkarruhuljadid.wordpress.com/20/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ldkarruhuljadid.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ldkarruhuljadid.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ldkarruhuljadid.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ldkarruhuljadid.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ldkarruhuljadid.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ldkarruhuljadid.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ldkarruhuljadid.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ldkarruhuljadid.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ldkarruhuljadid.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ldkarruhuljadid.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ldkarruhuljadid.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ldkarruhuljadid.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ldkarruhuljadid.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ldkarruhuljadid.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ldkarruhuljadid.wordpress.com&amp;blog=2176071&amp;post=20&amp;subd=ldkarruhuljadid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ldkarruhuljadid.wordpress.com/2008/02/27/kematian-milik-siapa-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a6ac11e689b0e659829e483c1c0f30d7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ldkarruhuljadid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kematian Milik Siapa?</title>
		<link>http://ldkarruhuljadid.wordpress.com/2008/02/27/kematian-milik-siapa/</link>
		<comments>http://ldkarruhuljadid.wordpress.com/2008/02/27/kematian-milik-siapa/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Feb 2008 07:11:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ldkarruhuljadid</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ldkarruhuljadid.wordpress.com/?p=19</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: R.Dachroni Aktivis KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) Kepulauan Riau dan Mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan Semester V STISIPOL Raja Haji Tanjungpinang     Berpulangnya Mantan Presiden RI ke-2, H. Muhammad Soeharto ke pangkuan Allah SWT tentunya menyisakan kesedihan bagi keluarga cendana, sahabat, bahkan seluruh bangsa turut berkabung dengan mengibarkan bendera merah putih setengah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ldkarruhuljadid.wordpress.com&amp;blog=2176071&amp;post=19&amp;subd=ldkarruhuljadid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center" style="text-align:center;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Oleh: R.Dachroni</font></p>
<p align="center" style="text-align:center;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Aktivis KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) Kepulauan Riau dan Mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan Semester V STISIPOL Raja Haji Tanjungpinang</font></p>
<p><font face="Times New Roman"> </font></p>
<p style="text-indent:0.25in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman"><span>  </span>Berpulangnya Mantan Presiden RI ke-2, H. Muhammad Soeharto ke pangkuan Allah SWT tentunya menyisakan kesedihan bagi keluarga cendana, sahabat, bahkan seluruh bangsa turut berkabung dengan mengibarkan bendera merah putih setengah tiang.<span>  </span>Meninggalnya bapak pembangunan ini seolah-olah menggambarkan kematian merupakan sesuatu yang ekslusif. Ekslusif mungkin karena yang meninggal itu seorang mantan kepala negara. Perlu dicatat Allah SWT memandang kita semua sama dan kalaupun undang-undang mengamanahkan negara untuk mengurus segala sakit dan derita seorang mantan kepala negara, tidaklah perlu berlebihan dalam menanganinya.<span id="more-19"></span></font></p>
<p style="text-indent:0.25in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman"><span>   </span>Padahal kalau ditilik lebih jauh, kematian merupakan sesuatu yang inklusif. Setiap makhluk yang bernyawa termasuk manusia akan menghadapi maut. Allah berfirman dalam surat Ali Imran: 185, &#8220;Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh, dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya,&#8221;.</font></p>
<p style="text-indent:0.25in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman"><span>   </span>Setiap manusia semestinya sadar bahwa kehidupan di dunia ini sifatnya hanya sementara. Tidak ada seorang manusia pun yang dapat menghindar dari maut. Dimanapun manusia bersembunyi pasti maut mengetahui tempat persembunyiannya. Kendati demikian, semua itu tergantung dan tetap berada dari garis ketentuan dan ketetapan yang Allah SWT tetapkan. Namun, apakah masyarakat Indonesia sadar bahwa dirinya akan mengalami nasib yang serupa ketika stasiun TV Nasional menyiarkan secara langsung prosesi pemakamannya dan keesokan harinya media cetak nasional dan lokal mengupas tuntas dari A-Z tentang kehidupan almarhum Soeharto.</font></p>
<p style="text-indent:0.25in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman"><span>   </span>Terlepas dari baik-buruknya almarhum dan pro-kontra pemberian gelar kepahlawanan. Ada satu hal yang perlu diingat bahwa manusia mesti siap dalam menghadapi ajal atau kematiannya. Di samping itu juga, manusia juga dituntut untuk mempertanggungjawabkan apa yang telah diperbuatnya selama di dunia dan amanat-amanat yang selama ini diembannya sebagaimana yang disabdakan Rasulullah SAW.</font></p>
<p style="text-indent:0.25in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman"><span> </span><span>  </span>&#8220;Kamu sekalian adalah penggembala/pemimpin. Dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawab tentang apa yang dipimpinnya itu. Maka seorang imam/penguasa adalah penggembala/pemimpin. Dia akan dimintai pertanggungjawaban tentang yang dipimpinnya itu. Seorang suami adalah pemimpin bagi keluarganya, dan ia akan dimintai pertanggungjawaban dari yang dipimpinnya. Seorang istri adalah pemimpin dirumah suaminya. Dan dia akan dimintai pertanggungjawabnya tentang apa yang dipercayakan kepadanya. Seorang khadam (pembantu/pelayan) adalah pemimpin/pengawas terhadap harta majikannya. Ia akan dimintai pertanggungjawabnya tentang bidang yang dipimpinnya,&#8221; (HR. Ahmad, Bukhari dan Muslim).</font></p>
<p style="text-indent:0.25in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman"><span>   </span>Seseorang yang percaya akan adanya kehidupan akhirat pasca kematian di dunia meyakini benar hal ini bahwa setiap amanat harus dilaksanakan dan dikerjakan dengan sebaik-baiknya karena pada hakekatnya itu adalah tugas yang Allah SWT berikan kepada setiap individu. Secara keduniaan almarhum Soeharto telah menjalankan tugasnya dengan baik dalam makna prosedural internal manusia. 32 tahun semasa almarhum menjabat menjadi presiden dia telah melaporkan kepada seluruh masyarakat melalui Sidang Istimewa MPR terhadap kinerjanya melalui Laporan Keterangan Pertanggunjawaban Kepala Negara. Dan laporan keterangan pertanggungjawaban itu selalu diamini oleh wakil rakyat yang duduk sebagai anggota dewan pada rezim orde baru.</font></p>
<p style="text-indent:0.25in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman"><span>   </span>Sekarang, tinggal bagaimana Almarhum Soeharto berhadapan dengan pengadilan yang jaksa-jaksanya tidak dapat ditekan. Pengadilan yang seadil-adilnya dan tidak pernah memandang pangkat, jabatan dan golongan. Itulah pengadilan Allah SWT. Dan secara jujur almarhum mesti mengatakan sesuatu yang sebenarnya. Apa itu sesuatu yang sebenarnya? Tentunya hanya Allah SWT dan dialah yang tahu. Kita tak dapat menerka hanya dengan melihat tindak-tanduk di dunia saja, tetapi hanya Allahlah yang tahu dan Allah mempunyai kewenangan untuk &#8216;memenjarakan&#8217; almarhum dimana: surga atau neraka. Soal yang satu ini, memang diluar batas kepala manusia untuk memikirkannya. </font></p>
<p style="text-indent:0.25in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman"><span>   </span>Jadi, kematian itu sebenarnya milik siapa? Dengan cepat kita dapat menjawab kematian itu adalah milik Allah SWT. Tatkala maut menjemput, semua amal tercabut. Hanya tiga hal yang mampu menyelamatkan umat. Amal jariyah (sedekah sewaktu manusia hidup), ilmu yang bermanfaat dan doa seorang anak yang saleh. Untuk saat ini, setelah lewat dari tujuh hari masyarakat Indonesia mengibarkan bendera setengah tiang kita hanya bisa berharap dan mendoakan semoga almarhum baik-baik saja dan hanya ketiga bekal tadilah yang dapat membentengi beliau di alam barzakh.</font></p>
<p><font face="Times New Roman"> </font><font face="Times New Roman"><span>   </span><b>Soeharto Dimata Mahasiswa</b></font><font face="Times New Roman"> </font></p>
<p style="text-indent:0.25in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman"><span>   </span>Tanpa bermaksud mengotak-atik apa yang telah dilakukannya terhadap aktivis mahasiswa yang hidup di zamannya. Mahasiswa menganggap, Soeharto adalah sesosok pemimpin yang otoriter yang tidak pernah mau menerima kritikan dan aksi protes. Dalam membentuk sistem politiknya, Orde Baru secara efektif melakukan restrukturisasi politik yang menghasilkan sebuah format politik baru. Adapun ciri-ciri umum format politik Orde Baru itu seperti yang diungkapkan oleh Hikam, (i) Munculnya negara sebagai aktor atau agen otonom yang posisinya &#8220;mengatasi&#8221; masyarakat yang sebetulnya merupakan asal-usul eksistensinya, (ii) menonjolnya peran dan fungsi birokrasi serta teknokrasi dalam proses rekayasa sosial, ekonomi dan politik, (iii) Semakin terpinggirkannya sektor-sektor popular dalam masyarakat termasuk kaum intelektual.</font></p>
<p style="text-indent:0.25in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman"><span>   </span>(iv) Diterapkannnya model politik eksklusioner melalui jaringan korporatis untuk menangani kepentingan politik dan (v) Penggunaan secara efektif hegemoni ideologi untuk memperkukuh dan melesatarikan legitimasi sistem politik yang ada. Orde baru berhasil mengkonsolidasikan kekuatan-kekuatan politik yang cenderung bersikap oposisi termasuk &#8220;menjinakkan&#8221; kiprah politik kelompok Islam. Disamping itu juga, penerapan NKK/BKK (Normalisasi Kehidupan Kampus / Badan Koordinasi Kemahasiswaan) sehingga ruang gerak mahasiswa untuk melakukan pergerakan dipersempit. Format NKK/BKK ini secara legal dikeluarkan SK 028/U/1974 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Dr.Syarif Thayeb. </font></p>
<p style="text-indent:0.25in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman"><span>   </span>Format politik seperti ini berlangsung cukup lama, hingga muncullah suatu masa yang mungkin belum sempat dibayangkan oleh rezim orde baru. Itulah masa reformasi. Dimasa ini pula, rezim orde baru runtuh. Mahasiswa atau yang lebih dikenal dengan aktivis 98&#8242; memaksa Soeharto untuk mundur dari tampuk kepemimpinannya. Walhasil, dia pun mundur dan dia pun harus legowo menerimanya. Bukan sesuatu hal yang aneh, ketika bendera merah putih setengah tiang &#8216;diwajibkan&#8217; berkibar dan rencana pemberian gelar kepahlawanan disambut dengan aksi protes oleh para mahasiswa. Mahasiswa menolak karena menganggap pemberian gelar kepahlawanan dan pengibaran bendera merah putih setengah tiang merupakan sesuatu penghormatan yang berlebihan.</font></p>
<p><font face="Times New Roman"> </font><font face="Times New Roman"> </font></p>
<p style="text-indent:0.25in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman"><span>   </span>Memaafkan Lalu&#8230;</font></p>
<p><font face="Times New Roman"> </font></p>
<p style="text-indent:0.25in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman"><span>   </span>Itulah kata yang memang mau atau tidak harus diucapkan. Memang sesuatu yang mudah bagi sekelompok orang yang memang melihat almarhum dari sisi manisnya. Akan tetapi, kata maaf menjadi sesuatu yang sulit untuk sekelompok orang yang merasa teraniaya. Sedangkan sekelompok orang lagi yang tidak merasa &#8216;teraniaya&#8217; dan tidak menikmati manisnya pembangunan pun akan bingung akan mengatakan apa. Mau mengatakan maaf, toh tidak tahu kesalahan apa yang telah dilakukan penguasa rezim orde baru itu dan tidak mengatakan maaf juga sesuatu yang tidak wajar karena belum pernah merasakan manisnya pembangunan.</font></p>
<p style="text-indent:0.25in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman"><span>   </span>Memang sesuatu yang tidak mudah untuk memaafkan lalu melupakan seperti sebuah judul opini yang kalau penulis tidak keliru pernah ditulis oleh seorang pemerhati sosial yang tinggal di Batam. Betapa pun benci dan hebatnya dia membangun Batam hingga dibuat feature (karangan khas) oleh Harian Pagi Batam Pos. Kalau tidak keliru pula, feature itu dibuat hingga empat edisi. Dibalik semua ini, ini adalah catatan sejarah yang tidak dapat dilupakan dan pahit-manis yang dirasakan secara ikhlas sebagai manusia yang masih memiliki hati nurani kita mesti mau memaafkan karena secara sadar pula kita harus mengakui kematian bukan milik siapa-siapa sehingga tak ada alasan untuk dieklusifkan. Kematian milik siapa? Kematian hanya milik Allah SWT. Tuhan semesta alam. Memang sudah sepantasnya kita memaafkan lalu melupakan dan itu pun kalau kita mau kesalahan yang telah dilakukan oleh kita dimaafkan oleh orang lain dan sadarlah kita bahwa kematian itu hanya milik Allah SWT. Milik Allah SWT.<span>  </span></font></p>
<p><font face="Times New Roman"> </font></p>
<p style="margin:0;" class="MsoNormal"><span><font face="Times New Roman">   </font></span></p>
<p><font face="Times New Roman"> </font></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ldkarruhuljadid.wordpress.com/19/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ldkarruhuljadid.wordpress.com/19/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ldkarruhuljadid.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ldkarruhuljadid.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ldkarruhuljadid.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ldkarruhuljadid.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ldkarruhuljadid.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ldkarruhuljadid.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ldkarruhuljadid.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ldkarruhuljadid.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ldkarruhuljadid.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ldkarruhuljadid.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ldkarruhuljadid.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ldkarruhuljadid.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ldkarruhuljadid.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ldkarruhuljadid.wordpress.com/19/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ldkarruhuljadid.wordpress.com&amp;blog=2176071&amp;post=19&amp;subd=ldkarruhuljadid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ldkarruhuljadid.wordpress.com/2008/02/27/kematian-milik-siapa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a6ac11e689b0e659829e483c1c0f30d7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ldkarruhuljadid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aliran Sesat dan Pemilu 2009</title>
		<link>http://ldkarruhuljadid.wordpress.com/2008/02/12/aliran-sesat-dan-pemilu-2009/</link>
		<comments>http://ldkarruhuljadid.wordpress.com/2008/02/12/aliran-sesat-dan-pemilu-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Feb 2008 04:20:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ldkarruhuljadid</dc:creator>
				<category><![CDATA[OPINI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ldkarruhuljadid.wordpress.com/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[  Aliran Sesat dan Pemilu 2009   Oleh: R.Dachroni*   Sepanjang tahun 2007 Masehi menuju tahun 2008 M dan tahun 1428 Hijriah menuju tahun baru hijriah cukup banyak persoalan yang dialami oleh bangsa ini. Dari bencana hingga korupsi yang semakin merajalela. Ini suatu peristiwa yang sudah biasa dan menghadapinya hanya perlu dengan sikap biasa-biasa saja sebab [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ldkarruhuljadid.wordpress.com&amp;blog=2176071&amp;post=17&amp;subd=ldkarruhuljadid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>  Aliran Sesat dan Pemilu 2009</p>
<p>  Oleh: R.Dachroni*</p>
<p>  Sepanjang tahun 2007 Masehi menuju tahun 2008 M dan tahun 1428 Hijriah menuju tahun baru hijriah cukup banyak persoalan yang dialami oleh bangsa ini. Dari bencana hingga korupsi yang semakin merajalela. Ini suatu peristiwa yang sudah biasa dan menghadapinya hanya perlu dengan sikap biasa-biasa saja sebab hal ini sudah sering terjadi dan relatif sulit dihindari. Demikian kata orang-orang yang menganggap bencana dan korupsi yang melanda bangsa ini adalah suatu tradisi. Namun, bukan berarti tidak dapat diantisipasi hanya saja hal ini membutuhkan keinginan yang kuat antara mau atau tidak untuk menanggulangi dan membasmi.<span id="more-17"></span><img border="0" align="left" width="1" src="http://ldkarruhuljadid.wordpress.com/wp-admin/" height="1" /><br />
  Ternyata dari pengamatan yang penulis lakukan melalui media entah itu elektronik maupun cetak. Penulis beranggapan, pergantian tahun 2007 ke tahun 2008 dan tahun baru Hijriah 1428 Hijriah ke tahun 1429 Hijriah ini menyisakan beragam persoalan pelik dan tidak hanya bencana dan korupsi saja, melainkan juga aliran sesat yang menjadi PR utama umat Islam khususnya bagi kepemimpinan politis di negeri yang kita cintai ini, dari tingkat RT, Kades, Bupati/Walikota, Gubernur bahkan Presiden.<br />
   Bencana anggaplah sebagai suatu pertanyaan yang diberikan Allah SWT kepada umat manusia yang lalai dengan perintah-Nya yang senantiasa mengerjakan apa yang dilarang-Nya, sedangkan korupsi anggaplah sebagai suatu jawaban dari ketidakjujuran sang &#8216;penguasa&#8217;.<br />
  Namun, bukan berarti pula kita mengabaikan begitu saja persoalan ini. Penanggulangan bencana dan pemberantasan korupsi mesti segera dicarikan solusinya. Semua ini adalah persoalan yang mempengaruhi tataran kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Kemudian, persoalan lain yang dihadapi oleh umat Islam saat ini adalah persoalan aliran sesat yang semakin tak terkontrol lagi gerak-geriknya. Ada apa dengan semua ini? Penulis menganggap, persoalan ini adalah persoalan yang berhubungan langsung dengan Pemilu 2009 yang sudah diskenarionakan oleh sutrada-sutradara berjiwa kapitalis dan liberalis untuk memecah suara umat Islam.<br />
  Kalau pun tidak ada skenario khusus, minimal sutradara-sutradara kapitalis, liberalis dan misionaris salibis yang belum membuat skenario akan memanfaatkan keadaan. Sebelum berbicara jauh tentang skenario &#8216;pecah belah&#8217;, penulis ingin menceritakan secara singkat beberapa contoh aliran sesat yang akan memecahkan suara umat. Pertama, adalah komunitas Eden yang dipimpin oleh Lia Eden. Aliran ini mendapatkan kecaman dari masyarakat dan hukuman 2 tahun penjara setelah divonis oleh hakim sebab telah melanggar KUHP Pasal 156 huruf a tentang penodaan agama.<br />
  Kedua, adalah Yusman Roy. Meskipun tidak sempat melebarkan pemikirannya di Propinsi Kepulauan Riau, tetapi di daerah Malang keberadaannya cukup menggegerkan. Di tahun 2005 dia dijebloskan di penjara dengan hukuman dua tahun karena penodaan agama dengan paham pluralisnya. Dialah penggagas salat dwi bahasa, padahal tidak ada satupun sumber hukum Islam yang dapat melandasi gagasannya tersebut.<br />
  Ketiga, aliran lainnya adalah Jamaah Ahmadiyah yang mengaku ada nabi terakhir selain Nabi Muhammad SAW. Aliran yang bercokol di Tasikmalaya Jawa Tengah ini sempat membuat warga Tasikmalaya mengamuk dengan kegiatan-kegiatan atau aktivitas-aktivitas yang mereka jalankan. Keempat, adalah Al-Qiyadah. Inilah salah satu aliran yang mampu menembus wilayah Propinsi Kepulauan Riau yakni Batam. Pasca ditangkapnya Ahmad Moshaddeq pimpinan Al-Qiyadah semua jamaatnya menyatakan bertobat. Nah, ini adalah beberapa contoh aliran sesat yang ada di Indonesia dan bukan tidak mungkin jumlahnya di tahun-tahun atau bulan-bulan mendatang akan bertambah dan ini perlahan tapi pasti aliran sesat siap menjadi bola salju yang akan memporak-porandakan ukhuwah islamiah (persaudaraan umat Islam).<br />
 <br />
  Penyebab Tumbuhnya Aliran Sesat</p>
<p>  Allah SWT sudah barang tentu tidak akan membiarkan aliran-aliran sesat itu berkeliaran dimana-mana. Untuk itu, Allah SWT segera menyadarkan umat Islam dengan terungkapnya berbagai kasus aliran sesat. Sudah saatnya dan sudah semestinya seorang muslim memikirkan hal ini dan tetap berpegang teguh pada ajaran-ajaran Islam yang sesungguhnya. Tentunya, yang bersumber dari Alquran dan Hadis.<br />
  Di tahun 2007 sudah belasan aliran sesat yang berhasil meraup massa di desa-desa yang tidak hanya ada di pulau Jawa. Bahkan aliran sesat seperti aliran Al-Qiyadah sempat berkembang di Batam. Meski telah bertaubat, ketaubatan aliran sesat masih menyisakan keraguan sebelum mereka melakukan apa yang telah diperintahkan oleh Allah SWT dan menjauhi segala larangan-Nya.<br />
  Dengan demikian, tumbuh dan berkembangnya aliran sesat di tengah kemayoritasan umat Islam disebabkan oleh beberapa faktor (i) umat Islam secara perlahan mulai meninggalkan sumber hukum Islam, sementara kejahatan terorganisir selalu mencari celah untuk menebarkan pengaruhnya, (ii) relatif minimnya institusi atau LSM Islam yang bergerak di bidang tersebut , kalau pun ada lembaga yang menangani masalah tersebut tetapi umumnya hanya ada di pusat dan (iii) sempitnya pemahaman terhadap Islam itu sendiri. Hal ini hanya dapat diatasi dengan menumbuhkan kembali kecintaan umat Islam terhadap sumber hukumnya, membentuk lembaga yang mampu mengontrol penyelewengan agama bahkan mungkin tidak Islam saja tetapi penyelewengan-penyelewengan terhadap agama yang lain juga patut diperhatikan dan terakhir memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa segala aktivitas yang dijalankan oleh manusia pada hakikatnya ibadah.<br />
   Secara psikologis, ada beberapa penyebab yang menyebabkan manusia terjerumus ke dalam kesesatan seperti yang penulis kutip dari tulisan Azhari Akmal Tarigan di Situs Waspada Online tentang penyebab kesesatan. Dalam situs tersebut menyatakan apa sesungguhnya yang menyebabkan manusia terjerumus kedalam kesesatan. Informasi Al-Quran menunjukkan ada beberapa faktor yang membuat manusia jatuh ke dalam dhalal.<br />
  Pertama, adalah kebodohan. Kebodohan ini bisa dalam bentuk tidak memiliki pengetahuan sama sekali atau dapat juga terjadi pada seseorang yang memiliki pengetahuan namun pemahamannya tidak tepat atau keliru. Kedua, Kesombongan. Di dalam surat Al Baqarah ayat 43 dijelaskan kesesatan Iblis bukan karena bodoh, melainkan karena sombong. Ketiga, putus asa. Orang yang berputus asa dari rahmat Allah, sangat potensial untuk jatuh kedalam kesesatan.<br />
  Keempat, mengikuti hawa nafsu. Orang yang mengikuti hawa nafsunya sangat berpotensi terjerumus kedalam kesesatan. Sebabnya ia tidak akan dapat berbuat adil, baik dalam menetapkan hukum ataupun dalam menjalankan aktivitas ekonomi. Tidak kalah menariknya adalah, Alquran juga memberikan informasi tentang tingkatan-tingkatan dhalal. Informasi ini penting agar kita tidak termasuk orang yang melampaui batas dalam menyikapi aliran-aliran sesat. Perlakuan terhadap pengikut, jama’ah, dengan pemimpinnya tentu tidak sama. Bagaimanapun juga tingkat kesesatan mereka berbeda.<br />
  Bukan Hanya Tugas Parpol Islam</p>
<p>   Memang kalau dirunut dari segi hari, Pemilu 2009 masih lama lagi diselenggarakan. Namun melihat dari rencana salibis dan kejahatan terorganisir yang senantiasa siap siaga  untuk mengobok-ngobok dan memutarbalikkan kebenaran Islam melalui jalur kekuasaan mau atau tidak umat Islam harus bersatu menyikapi persoalan ini. Ini adalah PR umat yang terbesar dan elite-elite politik yang memeluk agama Islam mempunyai kewajiban untuk memikirkan hal tersebut mengingat adanya agenda atau kelompok-kelompok yang memang tidak senang dengan keberadaan Islam dan berusaha merusaknya dengan jalur politik.<br />
   Nah, di Pemilu 2009 inilah kelompok-kelompok tersebut memanfaatkan dan ini bukan sesuatu hal yang berlebihan dan bukan pula  prasangka yang tak beralasan. Mengingat untuk melumpuhkan kekuatan umat Islam itu tiada hal lain selain merebut jalur kekuasaan seperti yang pernah dilakukan oleh musuh-musuh Allah SWT di zaman nabi, sahabat dan tabiin (fase setelah masa sahabat).<br />
   Berbicara Pemilu maka tidak akan lepas dari Partai Politik yang akan bertarung kelak. Terkait dengan masalah ini, sebenarnya bukan hanya kewajiban parpol Islam untuk mewaspadainya, tetapi partai-partai nasionalis yang dipimpin seoarang muslim juga mempunyai kewajiaban mengantisipasinya dan terakhir jangan sampai umat Islam sendiri tidak yakin dengan agamanya lantaran tumbuh dan berkembangnya aliran sesat hanya menjadi sebuah fenomena yang hanya untuk dinikmati. Sudah menjadi kewajiban kita semua untuk mengatasi masalah tersebut  </p>
<p>  *R.Dachroni, Aktivis KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) Daerah Kepulauan Riau dan Mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan Semester V STISIPOL Raja Haji Tanjungpinang<br />
          </p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ldkarruhuljadid.wordpress.com/17/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ldkarruhuljadid.wordpress.com/17/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ldkarruhuljadid.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ldkarruhuljadid.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ldkarruhuljadid.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ldkarruhuljadid.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ldkarruhuljadid.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ldkarruhuljadid.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ldkarruhuljadid.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ldkarruhuljadid.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ldkarruhuljadid.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ldkarruhuljadid.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ldkarruhuljadid.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ldkarruhuljadid.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ldkarruhuljadid.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ldkarruhuljadid.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ldkarruhuljadid.wordpress.com&amp;blog=2176071&amp;post=17&amp;subd=ldkarruhuljadid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ldkarruhuljadid.wordpress.com/2008/02/12/aliran-sesat-dan-pemilu-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a6ac11e689b0e659829e483c1c0f30d7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ldkarruhuljadid</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ldkarruhuljadid.wordpress.com/wp-admin/" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Mengapa Tahun Baru Hijriah Tak Meriah</title>
		<link>http://ldkarruhuljadid.wordpress.com/2008/01/05/mengapa-tahun-baru-hijriah-tak-meriah/</link>
		<comments>http://ldkarruhuljadid.wordpress.com/2008/01/05/mengapa-tahun-baru-hijriah-tak-meriah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Jan 2008 03:37:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ldkarruhuljadid</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ldkarruhuljadid.wordpress.com/2008/01/05/mengapa-tahun-baru-hijriah-tak-meriah/</guid>
		<description><![CDATA[Tahun Baru Hijriah yang Meriah (Tanggapan untuk Tulisan Bapak Mahmudi Asyari) Oleh: R.Dachroni*    Menyambung apa yang ditulis oleh Bapak Mahmudi Asyari dalam tulisannya di rubrik opini Batam Pos Edisi 4 Januari 2008, &#8220;Memeriahkan Tahun Baru Hijriah&#8221; penulis ingin menanggapi dan menambahkan beberapa alasan terhadap tulisan yang menurut penulis merupakan kekecewaan atas sikap masyarakat yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ldkarruhuljadid.wordpress.com&amp;blog=2176071&amp;post=16&amp;subd=ldkarruhuljadid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tahun Baru Hijriah yang Meriah<br />
(Tanggapan untuk Tulisan Bapak Mahmudi Asyari)<br />
Oleh: R.Dachroni*</p>
<p>   Menyambung apa yang ditulis oleh Bapak Mahmudi Asyari dalam tulisannya di rubrik opini Batam Pos Edisi 4 Januari 2008, &#8220;Memeriahkan Tahun Baru Hijriah&#8221; penulis ingin menanggapi dan menambahkan beberapa alasan terhadap tulisan yang menurut penulis merupakan kekecewaan atas sikap masyarakat yang mayoritas Islam, tetapi tindak-tanduk dan prilaku jauh dari nilai-nilai, norma-norma serta ajaran keislaman.<br />
   Sebelum menanggapinya lebih jauh akan penulis lemparkan pertanyaan seperti yang ditanyakan oleh pemerhati sosial keagamaan yang berdomisili di Batam itu. Mengapa tahun baru hijriah tidak semeriah dengan perayaan tahun baru masehi dan imlek? Y<span id="more-16"></span>a ada benarnya apa yang ditulis oleh beliau tentang beberapa faktor penyebab perayaan tahun baru hijriah yang perayaannya tak pernah meriah (i) patokan penanggalan di Indonesia yang menggunakan sistem penanggalan masehi bukan hijriah.<br />
  (ii) Tahun baru hijriah yang tidak ada hubungannya dengan ritual seperti imlek, (iii) kurangnya penghayatan terhadap kebijakan Umar bin Khattab yang menetapkan hijriah sebagai dasar penetapan tahun baru Islam sehingga ghirah Islamiyah tidak tampak pada sejkumlah umat Islam, (iv) karena lemahnya penguasaan ekonomi sehingga umat Islam tidak sanggup mengadakan yang meriah dalam rangka menyambut tahun baru Hijriah. Menyoal masalah ekonomi, penulis jadi teringat sebuah Catatan Lepas Pemimpin Redaksi Batam Pos, Candra Ibrahim yang menilai perayaan Hari Raya Idul Adha 1428 H yang kurang meriah.  <br />
  Kalau boleh jujur, penulis sebenarnya sedikit enggan dan segan menanggapi tulisan kandidat doktor UIN Jakarta ini. Pertama sekali, mengingat kemampuan penulis yang relatif minim mengenai norma-norma keislaman dan untuk menutupi kekurangan tersebut penulis senantiasa belajar dan mengikuti pengajian yang mampu menambah wawasan keislaman sebagai suatu kewajiban seorang muslim. Namun dari apa yang telah dipaparkan beliau, penulis menganggap ada dua hal yang penulis rasa penting untuk dijabarkan dan mengakibatkan penulis dan pembaca yang lain bertanya-tanya ketika membaca opini Bapak Mahmudi Asyari.<br />
  Pertama, apa kriteria, kategori atau indikator yang mampu dijadikan tolak ukur meriah atau tidaknya perayaan tahun baru Hijriah. Kedua, bagaimana tahun baru hijriah dapat dilaksanakan secara meriah. Inilah hal yang belum dijabarkan secara gamblang oleh beliau dan dari dua pertanyaan tersebut memang pertanyaan yang kedua menarik untuk segera dijawab. Namun, sebelum menjawab pertanyaan kedua, ada baiknya kita tuntaskan jawaban dari pertanyaan pertama tentang indikator kemeriahan. Jelas kemeriahan disini berbeda dengan kemeriahan tahun baru masehi atau imlek.</p>
<p>  Indikator Kemeriahan</p>
<p>  Kalau tahun baru masehi, mungkin jelas tolak ukur meriahnya. Kemeriahan dapat dilihat dari tiupan terompet, kembang api dan beragam hal yang berbau pesta. Bahkan saking meriahnya, tingkat kecelakaan, memasuki awal tahun baru masehi pun meninggi. Akan tetapi, bagaimana dengan kemeriahan tahun baru Islam. Seperti yang kita ketahui, tahun pertama kalender ini adalah tahun dimana terjadi peristiwa Hijrah-nya Nabi Muhammad dari Makkah ke Madinah. Sehingga disini tidak ditemukan hawa pesta-pora dan bermewah-mewahan dan pada akhirnya 638 M (17 H), khalifah Umar bin Khatab menetapkan sebagai kalender hijriah.<br />
   Sehingga dapat dikatakan, tolak ukur kemeriahan dari peringatan 1 Muharam 1429 kelak lebih mengarahkan proses perenungan atau intropeksi diri tepatnya antara individu dan Allah SWT, antara individu dan keluarga serta antara individu dan masyarakatnya. Selain itu, kemeriahan lain dapat dilihat dari bagaimana peningkatan aktivitas ibadah dengan berbagai kegiatan-kegiatan spritual yang tidak mengarah kepada kegiatan seremonial belaka.<br />
   Sebelum kita membahas bagaimana tahun baru hijriah dapat dilaksanakan secara meriah dan mendapatkan apresiasi  dari masyarakat. Penulis mencoba terlebih dahulu menambahkan faktor lain yang mengakibatkan perayaan tahun baru Islam &#8216;tidak meriah&#8217; tentunya dari sisi aktivitas kereligian, (a) Indonesia bukan negara Islam, Indonesia adalah The Nation of Religion (Indonesia adalah negara beragama) yang terdiri dari beberapa agama yang diakui keberadaannya oleh negara.<br />
   Sekarang tergantung umat agamanya masing-masing yang memang mampu mengemas apa yang menjadi tujuan mereka. Jadi, memang menjadi sesuatu yang ironis sekali ketika umat Islam mengikuti apa yang dilakukan oleh umat lain, mestinya umat Islam tidak perlu &#8216;ikut-ikutan&#8217; apalagi mengikuti seratus persen prilaku &#8216;jahiliyah&#8217; tersebut dalam artian diluar dari konteks sikap saling menghargai antara umat beragamaberagama. Bahkan, lebih ironisnya para qiyadah (pemimpin/kepala) daerah turut larut dalam nuansa pesta pora disaat tingkat kemiskinan dan kebodohan semakin merajalela.        <br />
  (b) lemahnya fungsi institusi terkait dalam hal ini departemen agama untuk menyukseskan kegiatan-kegiatan bernafaskan Islam. Memang perlu diakui, relatif sulit untuk mengembalikan peradaban Islam yang sudah tergantikan oleh sebagian peradaban barat. Akan tetapi, bukan karena kesulitan tersebut kita tidak berbuat sama sekali untuk bangkitnya peradaban Islam. Berbagai jalan sebenarnya dapat ditempuh, salah satu diantaranya menyadarkan bahkan lebih ekstrimnya lagi melarang masyarakat muslim untuk merayakan sesuatu yang memang bukan berasal dari peradabannya. Tahun baru masehi yang identik dengan pemborosan jelas bertolak belakang dengan jati diri seorang muslim.<br />
   Kemudian, penulis berusaha untuk menjawab hal yang kedua tentang memeriahkan tahun baru hijriah. Sempat penulis singgung bahwasanya Islam tidak mengenal &#8216;kemewahan&#8217; dan Islam melarang umat untuk melakukan segala sesuatunya secara berlebihan. Jawaban dari bagaimanana memeriahkan tahun baru Hijriah sebenarnya terpulang dari umat Islam, dai dan pemimpin-pemimpin atau kepala daerah dalam mewujudkan masyarakat atau negara yang madani. Mestinya di tahun baru hijriah ini kita mampu melakukan aktivitas-aktivitas kerohanian yang mampu mengubah prilaku buruk kita di tahun-tahun sebelumnya karena Allah SWT tidak akan mengubah nasib suatu kaum selain kaum itu sendiri yang mengubahnya. <br />
  &#8220;Baginya (manusia) ada malaikat yang selalu menjaganya bergiliran, dari depan dan belakangnya. Mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia,&#8221; (QS Ar-Ra&#8217;d: 11).<br />
   </p>
<p>  Mengembalikan Peradaban<br />
  Tidak bisa dipungkiri, peradaban (civilization) yang digunakan selama ini secara tidak langsung merupakan dampak atau pengaruh yang terus disosialisasikan oleh Roma Katolik dengan tangan kanannya Amerika kepada negara lain. Apa buktinya sebagian peradaban sudah ditangan mereka. Seperti surat elektronik yang masuk ke email penulis, penulis mendapatkan kiriman tulisan dari Hakikat Satuka, di surat elektronik itu mereka menulis  pengaruh yang telah ditebarkan oleh Roma Katolik.<br />
   Pengaruh tersebut antara lain Hari Minggu menjadi hari libur Internasional, Penanggalan Tahun Masehi yang lamanya 365 hari pertahunnya, berlawanan dengan ketetapan AllAH yang 360 hari / tahun, Perubahan hari ke hari yang ditandai dengan pukul 24.00. atau pukul  00.00. tengah malam, bertentangan dengan ketetapan AllaH, yang ditandai dengan terbenamnya Matahari.<br />
   Tidak hanya sistem penanggalan yang telah mereka perjuangkan, sistem-sistem yang lain juga turut mereka perjuangkan dan telah dijalankan sejak negeri ini merdeka dari penjajahan jasmani kolonial penjajah. Sebut saja perekonomian kapitalisme yang syarat dengan transaksi ribawi yang dapat diartikan sebagai transaksi yang tidak dilakukan secara timbang terima, tunai dan atau membuat persyaratan bahwa yang berutang harus nmembayar kepada yan berpiutang melebihi dari jumlah utangnya.<br />
  Islam tidak membenarkan sistem ini dan Allah berfirman dalam QS Al-Baqarah; 2: 278), &#8220;Dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Mengenai hal ini, juga dapat dilihat dari beberapa ayat dalam Alquran Surat Al-Baqarah ayat 275-280 dan Surat Ali Imran ayat 130. Selain itu, bangsa kita saat ini tengah larut dengan penggunaan uang kertas yang berpatokan dengan dolar AS dalam penentuan kurs rupiah. Sebenarnya hal inilah penyebab lajunya inflasi di Indonesia dan sampai kapanpun tidakkan mungkin dapat ditekan, tanpa menukar jenis mata uang yang digunakan. Bukan berarti Indonesia harus beralih ke mata uang Euro atau yang lain sebagai penentu kurs rupiahnya. Itu sama saja. Inflasi tidak mungkin dapat dihindari kalau kebijakan seperti itu.<br />
  Sebagian besar masyarakat sekarang telah cerdas. Masyarakat mulai melirik uang logam dinar-dirham yang dijamin kestabilannya dan terbukti beberapa negara yang menggunakan jenis uang logam tidak mengalami inflasi yang begitu mencolok daripada negara-negara yang menggunkan uang kertas. Nah, kebijakan seperti itulah yang harus dilakukan oleh pemerintah. Perlahan tapi pasti, peradaban Islam mulai bangkit dan kapitalisme semakin terjepit. Perbankan syariah mulai digemari bahkan orang-orang non-muslim di Indonesia sekarang telah kepincut menabung di bank-bank syariah.<br />
  Menyongsong tahun baru hijriah ini, partai-partai, ormas-ormas, LSM-LSM dan organisasi mahasiswa yang membawa bendera Islam dalam pergerakannya mesti bersama-sama melakukan proses pembudayaan nilai-nilai keislaman kepada masyarakat. Dan inilah kemeriahan dari tahun baru hijriah yang sesungguhnya, ketika semua umat Islam memiliki impian yang kuat untuk mengembalikan suatu peradaban yang memang sudah semestinya menjadi milik kita bersama. Semoga apa yang ditulis penulis dan apa yang ditulis Bapak Mahmudi Asyari mampu menjadi &#8216;pemanasan&#8217; dalam rangka menyambut tahun baru hijriah.<br />
*R.Dachroni, Pjs Ketua LDK Ar-Ruhul Jadid STISIPOL Raja Haji</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ldkarruhuljadid.wordpress.com/16/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ldkarruhuljadid.wordpress.com/16/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ldkarruhuljadid.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ldkarruhuljadid.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ldkarruhuljadid.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ldkarruhuljadid.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ldkarruhuljadid.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ldkarruhuljadid.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ldkarruhuljadid.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ldkarruhuljadid.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ldkarruhuljadid.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ldkarruhuljadid.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ldkarruhuljadid.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ldkarruhuljadid.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ldkarruhuljadid.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ldkarruhuljadid.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ldkarruhuljadid.wordpress.com&amp;blog=2176071&amp;post=16&amp;subd=ldkarruhuljadid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ldkarruhuljadid.wordpress.com/2008/01/05/mengapa-tahun-baru-hijriah-tak-meriah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a6ac11e689b0e659829e483c1c0f30d7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ldkarruhuljadid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Outbound LDK Ar-Ruhul Jadid</title>
		<link>http://ldkarruhuljadid.wordpress.com/2008/01/01/outbound-ldk-ar-ruhul-jadid/</link>
		<comments>http://ldkarruhuljadid.wordpress.com/2008/01/01/outbound-ldk-ar-ruhul-jadid/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jan 2008 09:26:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ldkarruhuljadid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aktivitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ldkarruhuljadid.wordpress.com/2008/01/01/outbound-ldk-ar-ruhul-jadid/</guid>
		<description><![CDATA[LDK STISIPOL Raja Haji Gelar Outbound       Menyambut tahun baru hijriah, 10 Januari 2008 Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Ar-Ruhul Jadid, Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIPOL) Raja Haji Tanjungpinang melaksanakan kegiatan outbound, Sabtu (29/12) di Hutan Lindung Tanjungpinang. Kegiatan outbound ini dimulai dari pukul 09.00 hingga 12.OO WIB. Berbagai jenis game yang terdapat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ldkarruhuljadid.wordpress.com&amp;blog=2176071&amp;post=15&amp;subd=ldkarruhuljadid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">LDK STISIPOL Raja Haji Gelar Outbound</p>
<p align="justify"><img border="0" width="1" src="http://ldkarruhuljadid.wordpress.com/wp-admin/" height="1" /><br />
      Menyambut tahun baru hijriah, 10 Januari 2008 Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Ar-Ruhul Jadid, Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIPOL) Raja Haji Tanjungpinang melaksanakan kegiatan outbound, Sabtu (29/12) di Hutan Lindung Tanjungpinang. Kegiatan outbound ini dimulai dari pukul 09.00 hingga 12.OO WIB. Berbagai jenis game yang terdapat dalam outbound ditujukan untuk membangun kekompakan para mahasiswa agar mampu memahami dan menghargai pendapat orang lain.<br />
   Sebanyak 40 mahasiswa STISIPOL dan PTS (Perguruan Tinggi Swasta) lainnya mengikuti kegiatan bernuansa olah emosional, intelektual dan spritual ini. Selain game yang sifatnya membangun kekompakan seperti permainan melingkar, dan olah kata, outbound juga diselingi dengan olah fisik dengan substansi latihan yang dilakukan oleh Tim SAR pada umumnya seperti melintas tali, panjat jaring laba-laba dan terakhir aksi flying fox.<br />
   Pjs Ketua Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Ar-Ruhul Jadid, R.Dachroni mengatakan bahwa kegiatan ini dilakukan dalam rangka menjelang akhir tahun baru Islam 10 Januari 2008 nanti. Memang kalau diperhatikan, kata dia, memang kondisi antara tahun baru masehi dan hijriah pada saat peringatan awal tahunnya jauh berbeda.  Toh buktinya, Muharram sebagai bulan baru dari tahun Hijriah nyaris tidak pernah disambut dengan suka-cita ditengah kemayoritasan kuantitas umat Islam.<br />
  &#8220;Sengaja kita menggelar kegiatan outbound ini karena kita menyadari pendidikan dan pengetahuan tidak hanya didapat dari bangku perkuliahan saja, melainkan dari alam juga kita bisa belajar sebab itu juga kami memberikan tema pada kegiatan outbound ini adalah, Tingkatkan Prestasi Belajar Melalui Mental Building. Setelah kegiatan ini, pada 10 Januari kelak kita juga akan melakukan TDO (Training Dasar Organisasi) untuk para mahasiswa khususnya kader LDK,&#8221; kata R.Dachroni. </p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ldkarruhuljadid.wordpress.com/15/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ldkarruhuljadid.wordpress.com/15/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ldkarruhuljadid.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ldkarruhuljadid.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ldkarruhuljadid.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ldkarruhuljadid.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ldkarruhuljadid.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ldkarruhuljadid.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ldkarruhuljadid.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ldkarruhuljadid.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ldkarruhuljadid.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ldkarruhuljadid.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ldkarruhuljadid.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ldkarruhuljadid.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ldkarruhuljadid.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ldkarruhuljadid.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ldkarruhuljadid.wordpress.com&amp;blog=2176071&amp;post=15&amp;subd=ldkarruhuljadid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ldkarruhuljadid.wordpress.com/2008/01/01/outbound-ldk-ar-ruhul-jadid/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a6ac11e689b0e659829e483c1c0f30d7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ldkarruhuljadid</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ldkarruhuljadid.wordpress.com/wp-admin/" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Berqurban, Ibu dan Pengorbanan</title>
		<link>http://ldkarruhuljadid.wordpress.com/2007/12/21/berqurban-ibu-dan-pengorbanan/</link>
		<comments>http://ldkarruhuljadid.wordpress.com/2007/12/21/berqurban-ibu-dan-pengorbanan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Dec 2007 03:42:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ldkarruhuljadid</dc:creator>
				<category><![CDATA[OPINI]]></category>
		<category><![CDATA[menyembelihlah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ldkarruhuljadid.wordpress.com/2007/12/21/berqurban-ibu-dan-pengorbanan/</guid>
		<description><![CDATA[Berqurban, Ibu dan Pengorbanan Oleh: R.Dachroni*  Qurban dalam kajian bahasa Arab berarti adalah dekat. Dengan berqurban Allah SWT mengajarkan kepada umat Islam untuk senantiasa mendekatkan diri kepada-Nya dan kepada sesamanya. Landasan mengenai ibadah qurban telah Allah SWT jelaskan dalam firman-Nya QS Al-Kautsar: 2, “Maka dirikanlah salat untuk Tuhanmu dan menyembelihlah,”. Perjalanan atau kisah sejarah (sirah) [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ldkarruhuljadid.wordpress.com&amp;blog=2176071&amp;post=13&amp;subd=ldkarruhuljadid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin:0;" class="MsoTitle"><font size="5" face="Times New Roman">Berqurban, Ibu dan Pengorbanan</font></p>
<p align="center" style="text-align:center;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Oleh: R.Dachroni*</font></p>
<p><font face="Times New Roman"></font></p>
<p style="text-indent:27pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman"><span> </span>Qurban dalam kajian bahasa Arab berarti adalah dekat. Dengan berqurban Allah SWT mengajarkan kepada umat Islam untuk senantiasa mendekatkan diri kepada-Nya dan kepada sesamanya. Landasan mengenai ibadah qurban telah Allah SWT jelaskan dalam firman-Nya QS Al-Kautsar: 2, “Maka dirikanlah salat untuk Tuhanmu dan menyembelihlah,”.</font></p>
<p style="text-indent:27pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Perjalanan atau kisah sejarah (sirah) Nabi Ibrahim merupakan cerita awal dari beberapa ibadah yang dikerjakan umat Islam tatkala Hari Raya Idul Adha menjelma, penyembelihan hewan kurban dan berangkat ke tanah suci Mekkah untuk melaksanakan ibadah haji adalah contoh ibadah yang dimaksud. Ibadah-ibadah tersebut tentunya tidak hanya tindakan ritual dan seremonial belaka karena sesungguhnya banyak hikmah yang dapat diambil. </font></p>
<p style="text-indent:27pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Dari ibadah ini setidaknya ada dua aspek yang dapat dilihat dan dikaji yakni aspek teologis dan sosial kemasyarakatan yang penulis rasa paling menonjol dalam ibadah tersebut. Dari ibadah tersebut, dapat dilihat pula tiga jenis interaksi yaitu hubungan antara manusia dan diri pribadinya, hubungan manusia dan kelompok masyarakat dan terakhir hubungan manusia dengan Allah SWT. Itu sebabnya, tidak ada satupun aktivitas yang dijalankan manusia yang tidak mengandung nilai ibadah asal aktivitas atau pengorbanan itu dilakukan dengan hati yang tulus.<span>  <span id="more-13"></span></span></font></p>
<p style="text-indent:27pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman"><span>  </span>Bagaimana manusia mampu mengikhlaskan segala perbuatan yang kemudian berbuah pengorbanan hanya kepada sang khalik, Allah SWT. Sebab, bukan tidak mungkin pengorbanan yang selama ini kita lakukan hanya menghasilkan kesia-siaan duniawi dan ukhrawi (akhirat). Maksudnya, dikarenakan niat yang tidak lurus mengharapkan sesuatu selain dari-Nya dan tidak adanya nilai-nilai keikhlasan dalam berbuat dan bertindak, toh nilai ibadah yang dilakukan hanya mendapatkan bonus kesulitan dan kelelahan. </font></p>
<p style="text-indent:27pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman"><span>  </span>Kemudian, bagaimana meluruskan niat dan mengikhlaskan sesuatu yang telah diberikan atau kita korbankan kepada orang lain?<span>  </span>Dalam tulisan ini, penulis tidak akan menjelaskan detailnya. Akan tetapi, yakin dan percayalah ketika sesuatu yang dikerjakan itu hanya semata-mata karena Allah SWT tentunya dalan konteks niat yang lurus tadi, maka pengorbanan yang dilakukan merupakan pengorbanan keikhlasan yang tidak mengharapkan imbalan dan pujian.</font></p>
<p style="text-indent:27pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman"><span>  </span>Hal ini erat kaitannya dengan ibadah-ibadah yang dilakukan oleh umat Islam kesehariannya. Itu sebabnya, penulis tertarik untuk mengambil kisah Nabi Ibrahim yang bersama Nabi Ismail, anaknya membangun kabah dan ketika Nabi Ibrahim mengambil keputusan menyembelih Nabi Ismail yang masih berusia anak-anak saat itu, padahal untuk mendapatkan momongan Nabi Ibrahim membutuhkan waktu yang relatif lama, hingga Sarah istri pertamanya mengizinkan Nabi Ibrahim untuk menikah lagi dengan seorang wanita bernama Hajar. Nabi Ismail adalah buah perkawinan antara Nabi Ibrahim dan istrinya Hajar.</font></p>
<p style="text-indent:27pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman"><span>  </span>Ketabahan dan pengorbanan Nabi Ibarahin digambarkan dan menjadi catatan Allah SWT di dalam Alquran dan Allah SWT memuji Ibrahim dalam firman-Nya:&#8221;Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah dan hanif. Dan sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan (Tuhan)&#8221; (QS. an-Nahl: 120). Idul Adha yang identik dengan penyembelihan hewan kurban merupakan esensi dari pengorbanan Nabi Ibrahim AS sebagai bukti kecintaannya kepada Allah SWT dan memang sudah sepantasnya demikian. </font></p>
<p style="text-indent:27pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman"><span>  </span>Kecintaan Nabi Ibrahim ini tercermin juga dalam kisah yang Allah SWT paparkan dalam<span>  </span>(QS. ash-Shaffat:102),<span>  </span>&#8220;Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim. Ibrahim berkata: &#8216;Hai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu!&#8217; Ia menjawab: &#8216;Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu. Insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar&#8221;. </font></p>
<p style="text-indent:27pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman"><span>  </span>Sungguh merupakan pengorbanan yang berat. Pengorbanan yang berat itu kemudian disambut dengan keikhlasan putranya, Ismail dan restu dari istrinya Hajar. Sebagai ibu yang melahirkannya tentu hal ini adalah sesuatu yang tidak mudah, apalagi harus mengikhlaskan putra satu-satunya untuk disembelih. Akan tetapi, hal ini bukanlah kisah sembelih-menyembelih tapi dari kisah ini setidaknya mengajarkan kita untuk mencintai Allah SWT melebihi cinta kita kepada yang lainnya sekaligus mengukur derajat ketakwaan. </font></p>
<p style="text-indent:27pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman"><span>  </span>Beruntutan dengan peringatan hari ibu 22 Desember 2007 telah banyak spanduk-spanduk yang terpampang di billboard yang telah disediakan khusus oleh Dinas Pendapatan Daerah baik tingkat kota maupun kabupaten. Seolah-olah kita diajarkan bagaimana untuk memahami makna pengorbanan dan sejatinya cinta seorang ibu.<span>  </span>Selain itu, berbagai acara juga sudah dilaksanakan seperti lomba memasak, lomba busana<span>  </span>dan jenis perlombaan lainnya. Penulis merasa segala jenis perlombaan sering dipaksakan dan mencuri moment, sehingga sifatnya menjurus ke arah hura-hura dan seremonial belaka. Toh, itu juga bukan merupakan suatu masalah yang penting bagaimana dari kegiatan tersebut kita dapat memaknai cintanya seorang ibu.</font></p>
<p style="text-indent:27pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman"><span>  </span>Adalah sesuatu yang wajar ketika derajat kaum ibu lebih tinggi dibandingkan dengan kaum bapak. Tak percaya, coba luangkan waktu untuk merenung dan berdiam diri. Masih sulit untuk menditeksi dimana cinta ibu yang sesungguhnya. Tenang, itu bukan berarti bukti cinta kita terhadap ibu sudah luntur, melainkan kemampuan manusia untuk melihat sesuatu itu memang berbeda-beda dan terkadang membutuhkan objek untuk merangsang ingatan. Coba lihat seorang perempuan yang tengah mengandung dan mual-mual, lihat seorang perempuan yang mengerang kesakitan ketika hendak mengeluarkan oroknya, lihat seorang perempuan yang tengah menyusui dan merawat anaknya yang masih bayi. Percayalah, semua objek yang sedang kita amati itu akan membawa kita ke alam cinta seorang ibu kepada anaknya.<span>  </span></font></p>
<p style="text-indent:27pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman"><span>  </span>Pengorbanan dan cintanya terlalu besar dan tidak mungkin terbalas dengan kemilau materi. Lantas, fenomena apa yang terjadi setelah sang bayi dewasa? Apa yang diterima oleh sang ibu? Hari ini, masih bisa disaksikan ketika seorang anak menitip ibunya yang sudah tua renta di panti jompo dan ada juga seorang anak yang prilakunya percis dengan prilaku Malin Kundang yang tidak mengakui ibunya sendiri setelah mengawini seorang anak dermawan. Jasamu besar ibu, keringat dan jeripayahmu tercurah dalam dagingku ibu.</font></p>
<p style="text-indent:27pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman"><span>  </span>Ibu yang selalu setia merawat anaknya ketika sakit, ibu yang meronta-ronta ketika<span>  </span>sang bapak tak sanggup menutupi kebutuhan rumah tangga. Ibu yang selalu sabar dan tabah. Sejuta puisi yang dibuat oleh penyair belum tentu dapat menggambarkan pengorbananmu ibu. Ibu&#8230;, ibu&#8230;, oh ibu. Doakan aku agar tidak jadi pendusta. Doakan aku agar tidak durhaka kepadamu ibu. Doakan kami agar selalu mengenang dan mengingat pengorbanan yang engkau berikan ibu dan doakan juga agar aku, kami dan engkau tidak menjadi Malin Kundang yang sengaja melupakan pengorbananmu ibu. Ibu&#8230;, ibu&#8230;, ibu engkaulah pelita hidupku.</font></p>
<p><font face="Times New Roman"></font></p>
<p style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">*Aktivis KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) Daerah Kepulauan Riau dan Mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan Semester V STISIPOL Raja Haji Tanjungpinang </font></p>
<p><font face="Times New Roman"> </font><font face="Times New Roman"> </font><font face="Times New Roman"> </font><font face="Times New Roman"> </font><font face="Times New Roman"> </font><font face="Times New Roman"> </font><font face="Times New Roman"> </font><font face="Times New Roman"> </font><font face="Times New Roman"> </font><font face="Times New Roman"> </font><font face="Times New Roman"> </font><font face="Times New Roman"> </font></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ldkarruhuljadid.wordpress.com/13/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ldkarruhuljadid.wordpress.com/13/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ldkarruhuljadid.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ldkarruhuljadid.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ldkarruhuljadid.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ldkarruhuljadid.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ldkarruhuljadid.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ldkarruhuljadid.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ldkarruhuljadid.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ldkarruhuljadid.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ldkarruhuljadid.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ldkarruhuljadid.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ldkarruhuljadid.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ldkarruhuljadid.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ldkarruhuljadid.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ldkarruhuljadid.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ldkarruhuljadid.wordpress.com&amp;blog=2176071&amp;post=13&amp;subd=ldkarruhuljadid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ldkarruhuljadid.wordpress.com/2007/12/21/berqurban-ibu-dan-pengorbanan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a6ac11e689b0e659829e483c1c0f30d7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ldkarruhuljadid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Masih Adakah Sense of Defense Warga NKRI</title>
		<link>http://ldkarruhuljadid.wordpress.com/2007/11/24/masih-adakah-sense-of-defense-warga-nkri/</link>
		<comments>http://ldkarruhuljadid.wordpress.com/2007/11/24/masih-adakah-sense-of-defense-warga-nkri/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Nov 2007 03:23:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ldkarruhuljadid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Kampus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ldkarruhuljadid.wordpress.com/2007/11/24/masih-adakah-sense-of-defense-warga-nkri/</guid>
		<description><![CDATA[ Kuliah Umum Bersama Guru Besar Fakultas Teknik UI    Masih Adakah &#8220;Sense of Defense&#8221; Warga NKRI?    RUANG 8 (MADANI) Beberapa minggu yang lalu, Kamis (25/10) Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Indonesia yang juga merupakan Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan SDM Departemen Pertahanan, Prof. Dr. Eddy Siradj, M.Eng bersama dengan Kabid Ren Puslitbang SDM, Kolonel Inf. Tony Rinaldi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ldkarruhuljadid.wordpress.com&amp;blog=2176071&amp;post=6&amp;subd=ldkarruhuljadid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> Kuliah Umum Bersama Guru Besar Fakultas Teknik UI<br />
   Masih Adakah &#8220;Sense of Defense&#8221; Warga NKRI?</p>
<p>   RUANG 8 (MADANI) Beberapa minggu yang lalu, Kamis (25/10) Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Indonesia yang juga merupakan Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan SDM Departemen Pertahanan, Prof. Dr. Eddy Siradj, M.Eng bersama dengan Kabid Ren Puslitbang SDM, Kolonel Inf. Tony Rinaldi mengunjungi Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIPOL) Raja Haji Tanjungpinang. Kunjungannya selain mengadakan kerjasama dengan STISIPOL Raja Haji dalam kajian pertahanan di daerah perbatasan, dia juga memberikan kuliah umum kepada para mahasiswa tentang Pola Pikir Iptek dan Peranan Ilmu Sosial dan Politik. Dalam kuliah umumnya<span id="more-6"></span>, dia menanyakan masih adakah &#8220;Science of Defense&#8221; (rasa kepedulian) warga NKRI terhadap berbagai ancaman yang sifatnya non militer seperti penyelundupan, pencurian ikan, teroris dan lain sebagainya.<br />
  Kuliah umum yang berdurasi, kurang lebih 1,5 jam ini selain membahas pokok-pokok tentang tingkat kepedulian masyarkat terhadap pertahanan dan keutuhan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) ini juga membahas tentang ancaman-ancaman baik yang sifatnya non militer dan militer. Mengenai ancaman tersebut, Prof. Eddy menanggapi tingkat kepedulian (care) masyarakat terhadap keutuhan bangsa.  Oleh karena itu, tugas mempertahankan keutuhan bangsa bukan hanya tugas departemen pertahanan ataupun tugas TNI (Tentara Nasional Indonesia), tetapi merupakan tugas bersama masyarakat Indonesia. Tugas-tugas para mahasiswa.<br />
  Itulah sebabnya, diperlukan kesadaran masyarakat terhadap kondisi pertahanan dan keamanan dalam mengamankan pulau-pulau yang ada di Indonesia umumnya dan Kepulauan Riau secara khusus yang memiliki sekitar 1500 pulau dari ancaman.  &#8220;Kekayaan Indonesia juga menjadi suatu ancaman. Maksudnya, kekayaan ini dijadikan objek oleh negara-negara lain untuk dimanfaatkan. Ancaman inilah yang kemudian disebut dengan ancaman non militer. Oleh karena itu, kita membutuhkan &#8216;satpam&#8217; untuk mengamankannya. Dalam hal ini, departemen pertahanan tidak mengamankan dalam bidang kemiliteran, departemen pertahanan hanya mengamankan dalam bidang non kemiliteran,&#8221; katanya.<br />
  Dia mengakui, belum mengetahui seberapa besar tingkat kepedulian masyarakat terhadap ancaman  disentegrasi bangsa. Namun, itu merupakan tugas mahasiswa untuk melakukan risert (penelitian). Dia juga menambahkan, anggaran yang relatif minim untuk departemen pertahanan yaitu 5 persen dari APBN adalah suatu kendala untuk menjaga keamanan wilayah Indonesia yang luas. Ditanya tentang berapa idealnya anggaran yang sesuai untuk mengamankan wilayah Indonesia yang luas dan terdiri dari beberapa gugusan pulau yang relatif banyak, pria kelahiran Tarempa, Kabupaten Natuna tersebut tersenyum dan memberikan jawaban yang cukup ringkas.<br />
  &#8220;Tidak ada patokan memang mengenai seberapa besar anggaran yang dibutuhkan baik untuk pengamanan yang sifatnya militer maupun non militer. Jadi, tidak ada jumlah nominal yang ideal sebab ketika memenuhi kebutuhan yang satu, maka ada saja yang kurang dan membutuhkan kebutuhan yang satu lagi. Memang telah banyak masalah ancaman yang telah saya paparkan tetapi tidak ada skala prioritas dari point-point permasalahan yang ada. Semuanya prioritas,&#8221; paparnya mengakhiri kuliah umum. (SUMA, Dachroni)<br />
   </p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ldkarruhuljadid.wordpress.com/6/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ldkarruhuljadid.wordpress.com/6/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ldkarruhuljadid.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ldkarruhuljadid.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ldkarruhuljadid.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ldkarruhuljadid.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ldkarruhuljadid.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ldkarruhuljadid.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ldkarruhuljadid.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ldkarruhuljadid.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ldkarruhuljadid.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ldkarruhuljadid.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ldkarruhuljadid.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ldkarruhuljadid.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ldkarruhuljadid.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ldkarruhuljadid.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ldkarruhuljadid.wordpress.com&amp;blog=2176071&amp;post=6&amp;subd=ldkarruhuljadid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ldkarruhuljadid.wordpress.com/2007/11/24/masih-adakah-sense-of-defense-warga-nkri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a6ac11e689b0e659829e483c1c0f30d7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ldkarruhuljadid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>FTZ: Peluang Kembangkan Budaya Lokal</title>
		<link>http://ldkarruhuljadid.wordpress.com/2007/11/24/ftz-peluang-kembangkan-budaya-lokal/</link>
		<comments>http://ldkarruhuljadid.wordpress.com/2007/11/24/ftz-peluang-kembangkan-budaya-lokal/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Nov 2007 03:14:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ldkarruhuljadid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Kampus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ldkarruhuljadid.wordpress.com/2007/11/24/ftz-peluang-kembangkan-budaya-lokal/</guid>
		<description><![CDATA[AULA KAMPUS (MADANI), Sejak  Perppu (Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang) NO 1 Tahun 2007 terbit, gaung FTZ (Free Trade Zone) kembali bergeming setelah beberapa kali rancangan Perppu sempat tarik-ulur ibarat benang layang-layang di DPR RI. Dengan diterapkannya peraturan tersebut, perekonomian Propinsi Kepulauan Riau khususnya BBK (Batam, Bintan dan Karimun) diprediksikan akan meningkat. Baik dari segi ekonomi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ldkarruhuljadid.wordpress.com&amp;blog=2176071&amp;post=5&amp;subd=ldkarruhuljadid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>AULA KAMPUS (MADANI),</strong> Sejak  Perppu (Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang) NO 1 Tahun 2007 terbit, gaung FTZ (Free Trade Zone) kembali bergeming setelah beberapa kali rancangan Perppu sempat tarik-ulur ibarat benang layang-layang di DPR RI. Dengan diterapkannya peraturan tersebut, perekonomian Propinsi Kepulauan Riau khususnya BBK (Batam, Bintan dan Karimun) diprediksikan akan meningkat. Baik dari segi ekonomi mikro maupun makro. Namun dibalik peningkatan perekonomian tersebut tersimpan sebuah <span id="more-5"></span>kekhawatiran akan lunturnya bahkan hilangnya budaya lokal yakni budaya Melayu di Propinsi Kepulauan Riau.<br />
   Itulah yang menyebabkan Dewan Kesenian Propinsi Kepulauan Riau bekerjasama dengan STISIPOL Raja Haji menyelenggarakan diskusi atau perbincangan budaya dengan tema, &#8220;Pengaruh SEZ Terhadap Budaya Lokal,&#8221; pada Sabtu (3/11) di Aula Kampus STISIPOL Raja Haji. Diskusi yang berlangsung sekitar dua jam tersebut diisi oleh tiga pembicara. Dua pembicara merupakan budayawan Samson Rambah Pasir (Pengurus Harian Dewan Kesenian Kota Batam) dan Agung Bhakti Pratomo (Akademisi Budaya sebuah Perguruan Tinggi Swasta di Kota Bandung). Terakhir adalah Drs. Zamzami A. Karim, MA mewakili dari pihak akademisi sosial politik.<br />
   Diskusi yang dimoderatori oleh Ketua KPID Kepri, Hendri Anak Rahman ini dibumbui dengan aneka ragam pertanyaan mengenai konsep SEZ (Spesial Economic Zone) yang akan diterapkan di BBK dan yang paling santer dibicarakan dalam diskusi tersebut adalah bagaimana budaya lokal atau budaya Melayu bisa lebih eksis pasca berlakunya Perppu FTZ. Jangan sampai, masyarakat di BBK khususnya dan Kepulauan Riau yang pada umumnya hanya menjadi penonton di negerinya sendiri.<br />
   Meskipun demikian, FTZ (Free Trade Zone) yang menggunakan konsep perekomian kapitalis ini tetap saja dikhawatirkan akan memberikan efek bias bagi budaya lokal. Misalnya, lunturnya nilai-nilai moral yang tertanam dalam budaya lokal dan tradisi-tradisi lokal lainnya. Mengantisipasi hal tersebut Samson Rambah Pasir mengatakan bahwa semua suku yang ada di Indonesia adalah berasal dari suku Melayu. Oleh karena itu, semangat Melayu sebenarnya perlu dikembangkan sehingga tidak memudarkan nilai-nilai yang terkandung dalam budaya lokal.<br />
   &#8220;Dengan adanya FTZ sebenarnya kita tidak perlu khawatir dengan runtuhnya nilai-nilai budaya lokal dalam hal ini budaya Melayu. Bahkan, FTZ ini adalah peluang kita untum mengembangkan budaya lokal. Tentunya dengan berbagai strategi guna mempertahankan nilai budaya lokal yaitu dengan mengatakan kita adalah satu: Melayu, mengembangkan seni budaya Melayu misalnya dengan mengembangkan jenis-jenis tarian Melayu dan terakhir menyesuaikan rentak seni dengan sikon (situasi kondisi),&#8221; ujarnya memberikan tanggapan.<br />
   Sedikit berbeda dengan pandangan budayawan Batam, pembicara kedua Bung Agung Bhakti Pratomo berpendapat hadirnya FTZ adalah wujud dari Globalisasi. Dia juga menanggapi tentang istilah budaya lokal yang mempunyai makna yang rancu sebab budaya lokal disini tidak bisa diartikan muluk-muluk untuk budaya suatu daerah. Jadi, sebenarnya makna budaya lokal masih njumut (buram, red). (SUMA/Dachroni) <br />
  <br />
         <br />
  </p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ldkarruhuljadid.wordpress.com/5/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ldkarruhuljadid.wordpress.com/5/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ldkarruhuljadid.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ldkarruhuljadid.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ldkarruhuljadid.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ldkarruhuljadid.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ldkarruhuljadid.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ldkarruhuljadid.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ldkarruhuljadid.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ldkarruhuljadid.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ldkarruhuljadid.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ldkarruhuljadid.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ldkarruhuljadid.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ldkarruhuljadid.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ldkarruhuljadid.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ldkarruhuljadid.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ldkarruhuljadid.wordpress.com&amp;blog=2176071&amp;post=5&amp;subd=ldkarruhuljadid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ldkarruhuljadid.wordpress.com/2007/11/24/ftz-peluang-kembangkan-budaya-lokal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a6ac11e689b0e659829e483c1c0f30d7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ldkarruhuljadid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>CERPEN: Jeritan Sang Ibu</title>
		<link>http://ldkarruhuljadid.wordpress.com/2007/11/24/cerpen-jeritan-sang-ibu/</link>
		<comments>http://ldkarruhuljadid.wordpress.com/2007/11/24/cerpen-jeritan-sang-ibu/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Nov 2007 03:04:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ldkarruhuljadid</dc:creator>
				<category><![CDATA[CERPEN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ldkarruhuljadid.wordpress.com/2007/11/24/cerpen-jeritan-sang-ibu/</guid>
		<description><![CDATA[Jeritan Sang Ibu*       Minggu, 12 Agustus 2007  Oleh: R. Dachroni** Kecemasan. Perasaan itulah yang pertama kali menyelimuti seluruh anggota keluarga Pak Hitam, menantu dan anak perempuannya yang pertama. Pasalnya, hari itu, Minggu ppagi, anak perempuannya yang kurang lebih sembilan bulan memikul beban diperutnya merintih kesakitan. Suara keluh-kesah terlontar begitu saja dari bibir tipis Siti. Dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ldkarruhuljadid.wordpress.com&amp;blog=2176071&amp;post=4&amp;subd=ldkarruhuljadid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="left">Jeritan Sang Ibu*      <br />
Minggu, 12 Agustus 2007 <br />
Oleh: R. Dachroni**<br />
Kecemasan. Perasaan itulah yang pertama kali menyelimuti seluruh anggota keluarga Pak Hitam, menantu dan anak perempuannya yang pertama. Pasalnya, hari itu, Minggu ppagi, anak perempuannya yang kurang lebih sembilan bulan memikul beban diperutnya merintih kesakitan. Suara keluh-kesah terlontar begitu saja dari bibir tipis Siti. Dalam keadaan panik, Pak Hitam dan menantunya si <span id="more-4"></span>Putih mencari kendaraan roda empat. Taksi. Hanya kendaraan inilah yang sedikit membuat kepanikan itu sedikit meredup karena taksi itu diharapkan bisa mengantarkan keluarga Pak Hitam ke tempat praktek bersalin seorang bidan.</p>
<p align="left">Setibanya di tempat praktek, perawat tanpa berbasa-basi lagi langsung berkata, “Bu bidan lagi pergi ke Singapore”. Jelas pernyataan ini membuat rasa panik menyala kembali. Namun, dengan enteng perawat yang berada di klinik bersalin itu mengatakan, “Tunggu saja disini sebentar, hari ini ibu juga akan pulang,”. Tak sabar menunggu dan menunggu juga tidak mungkin, Pak Hitam mengambil kebijaksanaan lain untuk mengalihkan anaknya ke seorang dokter yang sebelumnya  pernah dikunjungi anaknya sebagai tempat check up sembari meminta pendapat dari menantunya si Putih. Si Putih hanya mengamini.</p>
<p align="left">Siti semakin mengeluh kesakitan. Menjerit. “Dokternya, lagi nggak ada, Pak?” sebut seseorang yang menjaga klinik dr. Ajis setibanya Pak Hitam di sana. Pak Hitam yang awalnya sudah bingung menjadi semakin bingung. Dia sendiri tak tahu, harus dibawa kemana anaknya. Seketika saja, muncul ide dari istrinya yang sekaligus sebagai solusi terakhir untuk menyelesaikan persoalan.<br />
“Bagaimana, kalau kita bawa Siti ke puskesmas?” kata sang istri.<br />
“Puskesmas!” imbuh Pak Hitam setengah kaget.<br />
“Iya, puskesmas” istrinya meyakinkan.</p>
<p align="left">Pak Hitam termenung sejenak. Dari kerutan kening di wajahnya, tampak dia kurang yakin dengan kualitas pelayanan puskesmas yang berada di kecamatan tempat dia tinggal itu. Namun, perasaan remeh itu harus segera dia singkirkan. Demi sebuah tujuan. Keselamatan, meski untuk selamat itu tidak ada sebuah jaminan. Itu hanyalah kuasa Tuhan. Bidan Rahmah, salah satu bidan yang cukup populer di puskesmas, menyarankan agar anaknya segera dititipkan di puskesmas. Sebab tanda-tanda kelahiran itu sudah kelihatan.</p>
<p align="left">Hingga sore tiba, matahari meninggalkan singgasananya, sehingga langit tampak merah-kemerahan. Orok yang ada di dalam perut Siti sudah tak betah berlama-lama berada di dalam dengan menggunakan plasenta sebagai saluran penyalur makanan.</p>
<p align="left">Bidang Rahmah berorator, “Ayo tahan nafas. Lepaskan secara perlahan,”.<br />
Siti  menjerit, “Aduh tak tahan, Bu!”<br />
“Tarik nafas sekali lagi, lepaskan secara perlahan,”<br />
Siti tak mampu lagi menyusun kata-kata padahal banyak kalimat yang tersimpan di dalam benaknya. Dia  hanya menjerit sembari menahan rasa sakit. Wajahnya memutih. Bola matanya menegang. Seluruh tenaganya terkuras dan akhirnya. </p>
<p align="left">“Oek…, oek…, oek…,” suara tangis bayi yang keluar dari rahim Siti. Orok itu masih merah dan meraung-raung gelisah seakan-akan ingin melepaskan diri dari gendongan perawat. Sedangkan tali pusar masih menyangkut di pusarnya. Perawat pun tersenyum. Putih, suami Siti, tampak kebingungan. Kebingungan yang berawal dari sebuah kebahagiaan. Istri dan anaknya selamat dalam sebuah pergulatan antara hidup dan mati.</p>
<p align="left">Betapa sulit kelihatannnya, sehingga Siti mengeluarkan butir-butir keringat, menarik nafas dan mukanya pucat setelah bayi yang dinanti kehadirannya keluar dari rahimnya. Syukur tak terhingga, dia ucapkan kepada sang khalik. Suaminya, tengah mengumandangkan iqamah di dekat telinga sebelah kanan bayi laki-lakinya. Sisa-sisa sakit itu seolah-olah tidak dirasakan lagi oleh Siti, karena si orok yang dibawa oleh perawat telah dibaringkan di dekatnya. Terbayang olehnya, penderitaan ibu-ibu yang lain termasuk sesosok ibu yang melahirkannya.</p>
<p align="left">“Beginikah rasa sakit yang dirasakan oleh Ibuku, ketika melahirkan aku. Suatu perjuangan yang takkan mungkin dibalas dengan apapun. Kematian adalah resiko terhebat yang dialami. Dan aku sekarang merasakan hal yang sama. Ibuku ketika menarik-ulur pernapasan hanya untuk mengeluarkan aku. Sakitnya luar biasa, masihkah aku berkata kasar dengannya. Begitu naifnya aku, setelah lama dirawat banyak kata-kata tak sedap yang aku lontarkan kepadanya. Salahkah aku, Tuhan! Ya Allah ampunilah dosa-dosaku,” Siti membatin sembari mengeluarkan butiran air mata. Dan sadarlah ia selama ini akan jerih-payah ibunya mengurus dan merawatnya. Entah berapa banyak, kata-kata kasar baik yang sengaja maupun tidak diucapkannya tanpa menimbangkan rasa.</p>
<p align="left">Hingga dia melewati masa yang begitu menegangkan, sang ibu tetap menemaninya. Sang ibu kini merawat anaknya. 27 tahun dia hidup di muka bumi, baru kali ini dia merasakan perasaan kasih sayang seorang ibu yang tak ternilai harganya. Namun, nenek dari anak laki-lakinya itu tampak bahagia dan bergembira di usianya yang ke-54 dia mampu membantu anaknya untuk memandikan dan mengurus cucunya. Maklum, Al-Fathoni demikian anaknya memberi nama adalah cucu perdana dari empat anak yang dia miliki.</p>
<p align="left">“Mengapa diberi nama Al-Fathoni?” ujar anaknya yang bungsu kepada kakaknya.<br />
“Al-Fathoni itu artinya cerdas,” jawab Siti yang tengah terbaring menyusui anaknya.<br />
Tanpa bertanya panjang lebar lagi, adiknya dapat menangkap bahwa kelak ponakannya itu menjadi anak yang cerdas. Dan dia pun berharap seperti itu. Cerdas bukanlah hasil yang datangnya secara tiba-tiba. Tidak cukup hanya dari nama, tetapi proses bagaimana anaknya nanti menjalani kehidupan. Teman-teman adiknya banyak yang memiliki nama-nama pilihan yang mempunyai makna yang luar biasa. Hampir semuanya mempunyai makna kebaikan. Akan tetapi, sungguh disayangkan, prilaku teman-temannya jarang sekali dia lihat mengarah ke sana malah sebaliknya. Siapakah yang salah?  Haruskah menyalahkan sang ibu?  Kalau pun salah, patutkah menyalahkan seseorang yang telah menjerit-jerit kesakitan tatkala mengeluarkan orok yang cengeng, menyusui dengan rasa kasih sayang, mengurus dan berkorban demi buah hati tanpa mengenal lelah. Dan lemahlah dalil untuk menyalahkan sang ibu karena jeritannya begitu mahal, sehingga harta yang dianugerahi Tuhan kepada konglomerat sekalipun takkan mampu membayarnya. ***<br />
 <br />
* Cerpen dimuat di Harian Pagi Batam Pos 12 Agustus 2007</p>
<p align="left">** Ketua Lembaga Dakwah Kampus Ar-Ruhul Jadid STISIPOL Raja Haji Tanjungpinang</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ldkarruhuljadid.wordpress.com/4/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ldkarruhuljadid.wordpress.com/4/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ldkarruhuljadid.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ldkarruhuljadid.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ldkarruhuljadid.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ldkarruhuljadid.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ldkarruhuljadid.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ldkarruhuljadid.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ldkarruhuljadid.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ldkarruhuljadid.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ldkarruhuljadid.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ldkarruhuljadid.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ldkarruhuljadid.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ldkarruhuljadid.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ldkarruhuljadid.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ldkarruhuljadid.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ldkarruhuljadid.wordpress.com&amp;blog=2176071&amp;post=4&amp;subd=ldkarruhuljadid&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ldkarruhuljadid.wordpress.com/2007/11/24/cerpen-jeritan-sang-ibu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a6ac11e689b0e659829e483c1c0f30d7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ldkarruhuljadid</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
